Air Di Desa Doulu, Masa Lalu Dan
Ada 10 pancur bambu yang masing-masing berdiameter sekitar 15 cm. Setiap pagi dan sore ramai dikunjungi nande, anak dan bapa .
Tapin ini dipagar buluh cina yang sangat tinggi bersebelahan dengan tapin dilaki . Saya ingat kalau mau buang air besar ada tempanya dan langsung mengalir dihanyutkan air, namanya bagan .
Rumah desa semuanya masih baru. Orang-orang desa masih mempunyai kebiasaan menghiasi rumahnya dengan pot-pot yang bergantungan di bawah atap di teras rumah. Semua teratur rapi.
Ketika saya pulang kira-kira setahun lalu, sekembali dari kunjugan ke desa-desa lain di Taneh Karo yang memang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, saya baru menyadari Doulu sudat sangat jauh merosot. Saya ingat memang, sesudah perusahan-perusahaan masuk di Rajaberneh, sering kali ikan-ikan di kolam didapati mati di pagi hari. Ternyata pada waktu itu limbah perusahan di buang pada malam hari. Desa Doulu[/caption]