Antara Jatidiri Dan
Setiap tahun pada bulan Juni, organisasi kami mendatangkan Shihan Aikido (guru beladiri) dari Jepang untuk melatih sekaligus menguji mereka yang mengambil sabuk hitam (termasuk yang ujian kenaikan Dan). Semua biaya perjalanan dari Jepang sekaligus biaya selama di Jakarta harus kita tanggung.
Mulai dari tiket, penginapan, makan, dan lain-lain, termasuk penterjemah karena shihan ini hanya bisa bahasa Jepang. Hal ini terjadi di setiap negara yang dikunjunginya. Bisa dibayangkan keistimewaan yang diterima shihan ini dari keahlian yang dimilikinya.
Melalui beladirinya, kebudayaan Jepang diperkenalkan (mau tak mau kita pelajari) ke seluruh dunia. Dari hal ini kita bisa lihat, bagaimana orang Jepang sangat menjaga dan memegang teguh jatidiri kebudayaannya, tak terkecuali bahasanya.