Antara Jatidiri Dan — Sorasirulo
Sorasirulo

Antara Jatidiri Dan

Budaya ·
Antara Jatidiri Dan
Oleh: Robinson Ginting Munthe (J akarta)

Setiap tahun pada bulan Juni, organisasi kami mendatangkan Shihan Aikido (guru beladiri) dari Jepang untuk melatih sekaligus menguji mereka yang mengambil sabuk hitam (termasuk yang ujian kenaikan Dan). Semua biaya perjalanan dari Jepang sekaligus biaya selama di Jakarta harus kita tanggung.

Mulai dari tiket, penginapan, makan, dan lain-lain, termasuk penterjemah karena shihan ini hanya bisa bahasa Jepang. Hal ini terjadi di setiap negara yang dikunjunginya. Bisa dibayangkan keistimewaan yang diterima shihan ini dari keahlian yang dimilikinya.

Melalui beladirinya, kebudayaan Jepang diperkenalkan (mau tak mau kita pelajari) ke seluruh dunia. Dari hal ini kita bisa lihat, bagaimana orang Jepang sangat menjaga dan memegang teguh jatidiri kebudayaannya, tak terkecuali bahasanya.

Pada sisi lain, keahlian yang dimiliki menjadi topang menopang dengan penguatan jatidiri kaum (bangsa). Keteguhan akan jatidiri di satu sisi akan menimbulkan kehormatan diri (dignity ) sehingga haus akan prestasi. Sementara prestasi (keahlian) akan menjadi saluran (jembatan) pengenalan jatidiri suatu kaum karena berguna (dibutuhkan) untuk orang lain. Jatidiri dan prestasi saling menopang. // //