Batu Pertama Menara 125 Tahun Injil Ke
Pembangunan menara ini terkait dengan dua kegiatan penting GBKP yakni Sidang Sinode di Retreat Centre Sukamakmur dan Jubileum 125 Tahun Masukny Injil ke Tanah Karo di Stadion Samura (Kabanjahe) .
Peletakan batu pertama Menara GBKP diawali Kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Erick J. Barus MTh. Di dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sidang Sinode dan Jubileum 125 Masuknya Injil ke Tanah Karo adalah dalam rangka melaksanakan Tri Tugas panggilan gereja; yakni persekutuan dan pelayanan dengan agenda utama evaluasi pelayanan GBKP selama 5 tahun berjalan, menyusun program pelayanan GBKP 5 tahun ke depan, pemilihan Moderamen GBKP untuk 5 tahun ke depan, peringatan masuknya injil ke Suku Karo (Jubileum ke-125 tahun). pelestarian Buluhawar sebagai tempat masuknya injil[/one_fourth]
Ada empat hal yang ingin dicapai melalui Jubileum ini, yaitu pembangunan Menara GBKP, pendirian shelter GBKP untuk penderita HIV/AIDS dan Narkoba, peningkatan kualitias lembaga-lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah yang dikelola oleh GBKP dan pelestarian Buluh Awar sebagai tempat pertama sekali masuknya injil ke Taneh Karo.
“Diharapkan Menara GBKP yang dibangun dapat membangun dan meningkatkan spiritual masyarakat Kota Kabanjahe untuk lebih ingat akan Tuhan,” ujar Pdt. Erick Barus.
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam sambutannya mengingatkan panitia bahwa pembangunan fisik bukan yang utama. Menurut, terpenting adalah pembangunan mental agar umat GBKP di Taneh Karo semakin mengkhayati apa yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Dia berpesan agar semua tokoh agama, gereja dan masyarakat berpartisipasi aktif dalam menghadapi berbagai krisis dan tantangan kehidupan sehari-hari sehingga tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang bisa memecah belah masyarakat dan senantiasa mendukung program pembangunan pemerintah daerah.