Berkebun Menyehatkan Dan
Seperti yang dilakukan oleh beru Ginting (58) di Kampung Karo (Kecamatan Patumbak, Deliserdang). Di setiap sudut rumah yang kosong, semuanya dimanfaatkan untuk berkebun. Kegiatan ini sudah dilakoninya sejak 30 tahun.
Awalnya, berkebun di rumah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Kepada Sora Sirulo, pensiunan PNS (Guru) ini bercerita masa sulit saat awal pernikahaNnya hingga kelahiran ketiga anaknya. Saat itu, untuk dapat memiliki rumah sendiri, diapun dan suami berhutang dengan boroh gajinya dan suami yang juga seorang PNS (di Dinas Kesehatan), sebagai jaminan, sebagaimana lazim dilakukan kalangan PNS saat itu.
"PNS dulu tidak seperti sekarang. Kalau tidak punya sampingan, cuma beras catu saja yang kita sanggup dan sulit untuk sekolahkan anak. Gaji saja tidak cukup," kata beru Ginting INI.
Karena gaji tiap bulannya sudah habis membayar hutang, maka tentu beru Ginting dan suami pun harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka berkebun di rumah salah satu alternatif.
Saat Sora Sirulo berkesempatan melihat kebun di sekitar rumahnya, dapat kita temui aneka sayuran seperti ubi, labu, bayam, kangkung, cabai, tomat, bawang, sere, dsb. Ada juga tanaman oba-obatan, hingga buah-buahan seperti rambutan, kelapa, belimbing, jambu biji, duku, kelengkeng, dll.
Dari informasi yang diperoleh Sora Sirulo, dulu pernah juga ada durian, jeruk, jambu air, alpukat, mangga, marquisah, kasemak, dll. Namun, ada yang mati karena pembusukan oleh serangga dan memang ada juga yang sengaja ditebang untuk kemudian diganti dengan tanaman yang baru.
Beru Ginting pernah juga mencoba menanam apel, hanya saja tidak sempat buah matang sudah busuk, sehingga akhirnya diganti dengan tanaman yang baru.