Budaya Karo Meriahkan Hut Ri Di Tmii
Di saat perkenalan panitia dan aron , ada hal yang menarik yang membuat acara tambah meriah. Usai perkolong-kolong (Tobat Sebayang) menyanyikan lagu Taneh Karo Simalem, dibuat acara menari bersama dengan penggunjung. Panitia dan aron yang hadir mengajak semua hadiran menari bersama. Hadirin menyambutnya dnegan antusias. Baru setelah menari bersama itu selesai, panitia membuat acara pengalangan dana. Panitia menempatkan sepasang model berpakaian pengantin Karo (pulu ras nande aron ) secara bergantian di Anjungan Rumah Adat Karo untuk meminta sumbangan sukarela kepada pengunjung rumah adat tradisional yang besar itu. Mereka berdiri di pintu masuk sambil menyediakan keranjang anyaman tradisional Karo (raga dayang ) sebagai tempat memberikan sumbangan.
Pantauan Sora Sirulo, penggunjung dari berbagai suku bangsa tidak henti-hentinya berfotoria dengan muda mudi Karo (aron ) yang berpakaian tradisional di Anjungan Sumatera Utara. Beberapa pengunjung dari suku Karo mengatakan harapannya agar penampilan model berpakaian tradisional Karo diteruskan setiap harinya di tempat ini karena terlihat memang sangat menarik perhatian semua pengunjung. Artis-artis pengisi acara Perayaan HUT Kemerdekaan RI di TMII ini adalah Tobat Sebayang, Seniwati br Ginting, Rahel Yunita br Sinulngga, Kilo Bangun serta Sony Sinulingga dan Rabun Candra Sebayang sebagai pemain kibod. Terlibat juga secara aktif Sangar Tari Partitur dan panitia sendiri. Tamu yang hadir adalah dari HMKI, para fungsionaris KERABAT, ANARA, HIMAKA, HIMKA, OMK, para pedagang Karo yang berjualan di Pasar Induk, para pedagang Karo yang berjualan di Pasar Senin, Permata GBKP Sitelusada, Cahaya Purba, Pt. Julianus Liembeng, Pt. Em NJ Sembiring, Persadaan anak Kacinambun yang berada di Jakarta, Persadaan anak Surbakti yang ada di Jakarta, dan Karang Taruna Bunuraya.
Acara demi acara berlangsung meriah dan menarik. Hampir semua yang hadir larut dalam acara. Di akhir acara semua panitia menari di atas pentas untuk nangtangkan singalah-galah.