Catur Karo Akan Diluncurkan Di
ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Nama pecatur muda berdarah Karo di Kota Medan, Gema Kristo Tarigan, memang tidak begitu dikenal luas oleh publik. Namun, pria kelahiran Desa Laukersik (Kabupaten Langkat) ini ternyata sudah kerap berkecimpung di turnamen catur tingkat Pekan Olahraga Mahasiswa Sumatera Utara (POMSU) sejak tahun 2011.
Tercatat sejak 2011, Gema Tarigan yang membawa nama kampus AMIK-MBP Medan di ajang POMSU ini selalu tampil dalam urutan 5 besar. Bahkan untuk ajang Pekan Olahraga di tingkat GBKP, dirinya kerap meraih Juara, dan salah satunya pada Pekan Olahraga GBKP yang diselenggarakan oleh Klasis Kuala Langkat pada tahun 2010 silam.
Menekuni olahraga catur internasional di Kota Medan selama beberapa tahun terakhir ternyata tak membuat Gema Tarigan lupa akan tradisi etnisnya dan salah satunya mengenai catur Karo yang disebut satur dalam bahasa Karo.
"Awalnya saya mendengar di Karo juga ada catur yang khas, disebut satur . Saat itu, baru mendengar saja, namun keberadaanya belum pernah saya lihat," ujarnya kepada Sorasirulo.com. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi[/one_fourth]
Semakin sering Gema Tarigan mendengar kabar terkait keberadaan catur Karo membuat dirinya semakin penasaran. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Pada awal bulan Januari 2015 lalu, dia sempat mengutarakan hal itu kepada beberapa pemuda Karo lainnya di Medan, yakni kepada Steven Amor Tarigan dan Alexander Sembiring.
Mengingat kedua orang pemuda Karo yang dia tanya juga tidak dapat memberikan banyak informasi terkait seluk beluk catur Karo, akhirnya rasa penasarannya kembali terpendam begitu saja. Andreas Barus (Ketua Percakasu) saat menyerahkan peralatan catur Karo kepada Gema Tarigan di Delitua.[/caption]
Gayung bersambut, membaca berita yang dirilis Sorasirulo.com terkait deklarasi Persatuan Catur Karo Sumatera Utara (PERCAKA-SU) pada 22 Januari 2015 yang lalu, Gema Tarigan kembali optimis dapat segera banyak belajar mengenai catur Karo yang telah banyak membuatnya penasaran selama ini.