Cerpen: Kartini Membela
Budaya ·
Oleh: Ita Apulina Tarigan (Surabaya)
“Sesuatu yang tidak menyenangkan,” pikirnya.
“Besok pagi-pagi sekali mereka akan menjemputmu,” kata Bibi.
“Siapa?” Tanya Kartini menggantung di udara, tanpa jawaban.
“ Ikut apa kata ayahmu,” jawab Bibi bergegas.
Matahari belum terbit. Serombongan pria berkuda berdiri di depan rumahnya.
“Mereka dari Kabanjahe,” kata Bibi.