Chile: Antara Gempa Bumi Dan Tarian
Alam mulai menampakkan keindahannya dengan warna-warni bunga pertanda musim semi sudah tiba. Siang hari sudah mulai memanjang. Akan tetapi seorang teman dari jauh bertanya kepadaku: “Uga berita post gempa jena ndai, senina?” menanyakan bagaimana keadaan post gempa yang melanda Chile dengan kekuatan 8,4 skala richter beberapa hari yang lalu.
Berhadapan dengan bencana alam, sepertinya negara ini sudah cukup teruji. Dalam arti bahwa pemerintah dan warga tidak menyerah pasrah begitu saja. Bantuan penanggulangan korban langsung mengalir. Bulan Maret kemarin, Provinsi Atacama di Chile Utara dihantam banjir bandang yang mengakibatkan beberapa kota dan desa terkubur lumpur mengingat daerah tersebut adalah gurun pasir daerah yang paling gersang dan kering dijagat raya ini.
Bulan April, beberapa kota dan desa di Chile Selatan tertimbun oleh debu vulkanik semburan letusan Gunung Calbuco. Bulan Mei, kota pelabuhan Valparaiso di Chile Tengah dilahap api. Dan awal bulan Agustus yang lalu kembali banjir melanda Chile Utara. Negara yang kurus dan memanjang dari Utara ke Selatan dihimpit oleh Pegunungan Andes di Timur dan Samudra Pasifik di bagian Barat ini mungkin saja sudah “berlutut” berhadapan dengan masalah ini. Dan kenyataannya tidak. Dia tetap membusungkan dadanya menatap masa depan yang lebih baik.
Salut dengan perhatian pemerintah dan kerjasama warga terhadap pembangunan negaranya. Maka menjawab pertanyaan teman di atas, saya hanya bisa mengatakan bahwa sampai saat ini bumi Chile masih bergoyang-goyang dibuai-buai oleh gempa-gempa susulan. Pagi tadi gempa terakhir masih berkekuatan 6,5 skala richter. Mereka mengatakan bahwa itu bukanlah gempa. Itu hanya getaran. Bagi mereka, selagi tidak memakan korban, itu sudah menjadi hal biasa. Penulis berfoto di salah satu daerah pegungungan Chile.[/caption] Lalu apa yang menjadi pusat perhatian pemerintah demi kemajuan warganya dan negaranya? Saat ini, pemerintah sedang berjuang untuk mengadakan pendidikan dasar (SD, SMP dan SMA) gratis bagi setiap warga sebagai usaha untuk meningkatkan taraf pengetahuan dan budaya dan sekaligus memberantas kemiskinan. Hasilnya, tahun depan akan banyak sekolah-sekolah swasta yang membebaskan uang sekolah bagi murid-muridnya, guru dan pegawai digaji oleh pemerintah. Dengan demikian, setiap orangtua bisa mengakses pendidikan yang baik bagi anak-anaknya di sekolah-sekolah yang berkualitas.
“Salam mejuah-juah ban banta kerina i Santiago Chile nari”. //