Deliserdang Hulu Dimarjinalkan. Segala Penjuru Jalan Rusak
Pemandangan jalan rusak berlubang, digenangi air saat hujan dan berdebu di saat musim kemarau, sudah menjadi hal yang akrab bagi masyarakat yang berada di Kecamatan-kecamatan Biru-biru, STM Hulu, STM Hilir, Sibolangit, Namorambe, Delitua, Kutalimbaru dan Pancurbatu yang mayoritas penduduknya adalah kalak Karo Jahe.
Pantauan Sora Sirulo di lapangan, jalanan rusak tidak terawat sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Ini terlihat seperti kondisi Jalan Biru-biru menuju Desa Penen hingga Bandar Baru (Kecamatan Sibolangit), kondisi jalan dari Delitua menuju Namorambe hingga Desa Sembahe (Kecamatan Sibolangit), serta jalan dari Pancurbatu menuju Desa Lau Bakeri (Kecamatan Kutalimbaru). Kondisi jalan-jalan ini tidak terawat. Bahkan di beberapa ruas jalan terlihat sudah ditumbuhi semak belukar akibat telah lama mengalami kerusakan parah.
Pun demikian, tidak ada tanda-tanda Pemkab Deliserdang memprihatinkannya, kononlah pula memperbaikinya.
"Entah mengapa, kami yang tinggal di kawasan pegunungan ini seperti dianaktirikan oleh Pemkab Deliserdang. Lihat saja, hampir seluruh badan jalan sudah hancur dan ditutupi rerumputan. Padahal, setiap tahun kami dituntut bayar pajak. Sementara kami tidak merasakan pembangunan," kata by cheap4all" href="#48182113"> A . Tarigan (38) salah seorang warga Desa Penen (Kecamatan Biru-biru) kepada Sora Sirulo.
by cheap4all" href="#48182113">Tarigan dan warga lainnya pun berharap agar Pemkab Deliserdang secepatnya memberi perhatian terhadap kondisi jalan menuju desanya karena hampir tidak dapat dilalui.
by cheap4all" href="#48182113">"Bila jalan menuju desa kami bagus, jelas saja akan menunjang prekonomian masyarakat di sini. Bila Bupati Deliserdang tidak juga memperbaikinya, kesannya masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan ini hanya dijadikan sebagai penyumbang APBD,” tambah J. Tarigan (45) warga lainya. // //