Depresi, Sri Anita Gantung
Sri menggunakan sehelai potongan selimut untuk menggantung diri di jendela kamar di kediaman abangnya Jl. Mawar No 03 Desa Kedai Durian (Kecamatan Delitua) .
Abang korban, Ardiansah Putra (31) adalah orang yang pertama menemukan Sri tewas dengan posisi terduduk di atas kasur. Leher korban terlilit dengan potongan selimut berwarna oranye yang diikat ke jerjak besi kamar jendela.
Menurut keterangan Ardiansyah, siang itu, ia hendak mengajak adiknya Sri untuk makan siang. Karena beberapa kali korban dipanggil tidak kunjung menyahut, Ardiansyah mengambil gerenda untuk merusak kunci gerendel pintu kamar karena pintu kamar terkunci dari dalam.
Begitu Ardiansyah berhasil membuka pintu kamar, ia mendapati adiknya telah tewas dengan posisi tergantung. Dia lalu memanggil pamannya Sugito (40) yang tinggal persis di samping rumah Ardiansyah.
"Tadi aku mau megajak dia makan siang, pak, karena dari semalam dia gak mau makan," kata Ardiansyah.
Masih kata Ardiansyah, adiknya tersebut baru dua hari tinggal di rumahnya, karena Sri tidak akur lagi dengan suaminya.
"Sebelumnya adik saya ini sudah pernah mencoba bunuh diri sebanyak 2 kali dan sudah hampir 4 tahun mengalami depresi. Kami juga sudah pernah membawanya berobat ke rumah sakit jiwa," kata Ardiansyah.
Di tempat terpisah, salah satu tetangga Ardiansyah ketika diwawancarai oleh Sora Sirulo di lapangan mengatakan kalau Adik Ardiansyah bernama Sri Anita merupakan istri ke dua dari seorang pria etnis Tionghoa bernama Antonius Purwono (40) warga Jl. Brigjen Katamso Gg. Lori, Kampung Baru (Medan).
"Sudah hampir 10 tahun dia menikah, tapi sampai saat ini belum punya anak," kata warga tadi yang enggan menyebut namanya. Warga yang kepingin mengetahui apa yang terjadi setelah mendengar kabar kasus gantung diri.[/caption]