RIKWAN SINULINGGA. SIMPANG EMPAT. AKTK (Asosiasi Kopi Taneh Karo) yang diketuai oleh Wilson Sembiring mulai aktif melakukan Sosialisasi Asosiasi Kopi Taneh Karo dari desa ke desa. Gerakan Sosialisasi AKTK Perdana di lakukan di Desa Nangbelawan (Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo) . Pertemuan ini diadakan di Balai Desa Nangbelawan. Sosialisasi di Nangbelawan dihadiri oleh Ketua AKTK Wilson Sembiring dan didampingi oleh salah satu pembina AKTK Mayor I Ketut Putrayasa SE STh, Bidang Organisasi (Pindonta Karo Sekali), Anggota Bidang Penggembangan Usaha Tani/ Koperasi (Perdianta Purba), dan Anggota Bid. Investasi dan Pemasaran (Rikwan Sinulingga). fluktuasi harga[/one_fourth]
Sosialisasi ini berlangsung cukup alot. Metode yang diterapkan oleh asosiasi kopi ini "ertutur ras sioraten " yang artinya saling mengenal dan saling berdiskusi. Pihak AKTK mencoba mendengar keluhan-keluhan para petani kopi selama ini. Permasalahan utama secara umum adalah perawatan, hama atau penyakit dan yang paling disuarakan oleh para petani kopi di Desa Nangbelawan ini adalah harga hasil panen kopi yang sangat fluktuatif. Ini terutama terjadi saat panen raya yang bersamaan di mana-mana sehingga hasil panen menumpuk. Pada saat itulah harga panen kopi bisa tiba-tiba anjlok.
Ketua AKTK Wilson R. Sembiring Meliala menjelaskan bahwa harga kopi dunia sampai saat ini masih tetap tinggi. Demikian juga permintaan pasar dunia semakin lama semakin tinggi. Namun, mengapa harga hasil panen kopi di Dataran Tinggi Karo ini berfluktuatif ? Jawabannya hanya satu, yaitu soal kualitas.
Kualitas kopi dari Dataran Tinggi Karo sebenarnya sangat tinggi dimana mutu atau kualitas kopi terbaik adalah kopi yang tumbuhnya di atas 1200 m dpl. Dataran Tinggi Karo memenuhi persyaratan itu. Tapi, yang perlu diubah oleh petani kopi Dataran Tinggi Karo adalah proses pasca panen.
Umumnya petani kopi Karo sudah melakukan sebagian besar proses dengan benar namun masih ada proses yang salah. Misalnya, pada tahap pengeringan, umumnya petani kopi Karo mengeringkan kopi tanduk (gabah) dengan menggelar terpal plastik di atas tanah secara langsung. Cara ini salah. Mengapa?