Dosenku Pikir Aku
Saya mengatakan: “Saya orang Medan, ibu.”
“Oooo …. berarti kamu orang Batak, ya,” katanya dan dia terus ngomong begini.
“Coba deh kamu sedikit aja berbahasa Batak,” pintanya.
Karena saya bukan dari Suku Batak atau pun orang Batak, saya langsung menjawab pertanyaan dosen saya: “Maaf, ibu, saya bukan orang Batak, Jadi, saya enggak tau bahasa Batak.” Terus dosen saya langsung menjawab: “Looooohh bukannya orang Medan itu orang Batak semua?” Terus, setelah dia selesai berbicara, saya langsung menjawab: “Ibu, di Kota Medan itu ada 8 suku: 1. Karo, 2. Batak, 3. Pakpak, 4. Melayu, 5. Mandailing , 6. Simalungun, 7. Angkola 8. Nias. Saya adalah dari Suku Karo. Aslinya penduduk Kota Medan itu adalah Suku Karo dan Melayu, ibu, bukan Batak. Penyebaran Suku Karo itu mulai dari Medan hingga ke Tanah Karo yang ada Gunung Sinabungnya, ibu, yang sampai sekarang masih terus menerus meletus.”
Tambahan dari redaksi mengutip sebuah komen di facebook atas tulisan di atas: Metra Novrianus Gintings Sama seperti kunjungan Kasdam ke Siosar (Relokasi pengungi Sinabung, red.), pertama dia menyapa dengan horas , warga memberitahui di sini Suku Karo, pak. Mejuah-juah bukan horas , dan di kata-kata selanjutnya horas tak terdengar lagi, mejuah-juah terus yang diucapkan. // //