Dpr Ri Akan Dorong Presiden Perhatikan
Bupati Karo menyampaikan kedatangan mereka untuk melaporkan kondisi terkini Kabupaten Karo selama bencana Gunung Sinabung hingga saat ini. Dia mendesak Pemerintah Pusat segera merelokasi korban erupsi Sinabung. Dalam pemaparannya, Terkelin Brahmana menggambarkan bagaimana bencana Sinabung telah menyebabkan penurunan produktivitas pertanian sekitar 30an persen. Bidang pariwisata bahkan mengalami penurunan sampai 49 persen.
Pukulan terhadap andalan Karo, baik pertanian maupun pariwisata, membuat pertumbuhan Kabupaten Karo sejak terjadinya bencana Sinabung menurun sampai 40 persen. Penurunan ini membuat menurunnya pula kualitas pendidikan. Tahun 2013 dan 2014, siswa Karo yang melanjutkan ke jenjang S1 menurun sampai 70 persen. Siswa mengalihkan pendidikannya ke jenjang D3. Ini terutama akibat penduduk Kabupaten Karo menurun produktivitasnya. Pemerintah hanya memperha-tikan pengungsi[/one_fourth]
"Di sinilah tidak adanya perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Karo. Pemerintah hanya memperhatikan pengungsi Sinabung yang memang tidak lagi bisa menempati desanya untuk melanjutkan hidup mereka," kata Terkelin.
Selanjutnya Terkelin menjelaskan, erupsi Sinabung tidak hanya menerpa desa-desa yang tidak bisa ditempati lagi, tetapi juga desa-desa yang terkena tebaran debu vulkanik gunung itu yang mengakibatkan menurunnya produksi pertaniannya. Pemerintah Pusat hanya memperhatikan pengungsi yang direlokasi dan menyiapkan tempat baru untuk mereka sebanyak 2.000an KK. Sementara, ada 8.000-an KK yang berada di radius 5 km dan diperbolehkan untuk pulang kembali ke desa mereka. yang diperbolehkan pulang ini sebenarnya sama dengan pengungsi yang direlokasi[/one_fourth]
Padahal, kondisi desa mereka tidak lagi seperti semula. Pertanian dan rumah mereka sudah hancur sehingga mereka harus memulai hidup dari nol. Para korban yang diperbolehkan pulang ini sebenarnya sama dengan pengungsi yang direlokasi. Seharusnya, pemerintah membantu dengan perlakuan yang sama ke para korban Sinabung ini. Tetapi, Pemerintah Pusat tidak memberi perhatian kepada mereka.
Selain itu, penduduk yang terkena dampak debu Sinabung yang mengakibatkan pertanian mereka terganggu dan sudah terbukti menurunkan produktivitas pertanian serta pariwisata di Karo juga sama sekali tidak diperhatikan dan tidak dipedulikan oleh Pemerintah Pusat. Padahal, mereka juga terkena dampak secara langsung terhadap kehidupan mereka. pemerintah bisa membantu mereka dengan bantuan industri mini untuk pertanian[/one_fourth]
KBK ITB menyatakan, untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana Sinabung ini, pemerintah bisa membantu mereka dengan bantuan industri mini untuk pertanian, seperti mesin pabrik mini jagung, cabai, atau kopi dan lainnya. Pemberian mesin akan membantu petani menaikkan nilai lebih pertanian mereka sehingga produktivitas yang menurun bisa dikompensasikan oleh nilai lebih ini.
Di sisi lain, diketahui sampai hari ini tidak ada rencana yang komprehensif dari Pemerintah Pusat bila terjadi letusan Gunung Sinabung, seperti penyiapan jalur-jalur evakuasi bila nantinya letusan bisa sampai radius 10-15 km dari Sinabung. Usaha-usaha dari Pemerintah Kabupaten untuk menyiapkan jalur evakuasi melalui Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang belum juga direspon oleh Pemerintah Pusat. Padahal, seharusnya sudah sejak sekarang harus disiapkan dengan baik. //
"Kami sangat apresiasi karena membuktikan ada kebersamaan dengan pemerintah pusat. Ke depannya bisa menjadi harapan mengatasi segala persoalan," kata Terkelin.
Setya Novanto menyampaikan keprihatinannya atas bencana Sinabung yang berdampak terhadap puluhan ribu warga itu. Dia akan meminta Pemerintah Pusat memulihkan Karo seperti sedia kala.
“Bahkan, kalau bisa, lebih maju lagi daripada pada saat mulai terjadinya bencana,” ujarnya. Bukan hanya sedih, kepedihan hidup tampak di wajah warga Berastepu dan di lahan pertaniannya yang berada di kaki Gunung Sinabung.[/caption]