Dukun Patah
“Yah... obat, pengobatan tradisional Karo...” gumamku dalam hati.
“Ma'af pak, kam tau siapa yang punya dukun patah ini?” kataku.
“He, siapa yang sakit?” balasnya bertanya.
“Maaf, pak. Kita tidak menjual obat dan biasanya yang sakit harus berobat di sini,” katanya.
“Menurut kata guru hatiku, kamu orang baik,” katanya.
“Tak apa-apa, siapa tau obatnya muzarab,” kataku dalam hati.
“Mari ke rumah kita dulu,” katanya.
“Wah, aku menemukan guru besar,” kataku dalam hati.
“Mari, di sini kam duduk,” kata sang guru sambil mempersilahkan padaku sebuah bangku.