Edukasi Dan Literasi Keuangan Di Desa Bawang
Edukasi & Literasi Keuangan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya pengelolaan keuangan rumahtangga. Ini penting karena banyak masyarakat yang masih perlu diberikan bimbingan atau arahan dalam pengelolaan keuangan rumahtangga mereka masing-masing. kebutuhan informasi[/one_fourth]
Sesuai dengan POJK No. 1/ SEOJK.07/ 2014, seluruh lembaga perbankan diwajibkan ikut berpartisipasi dalam memberikan pendidikan Keuangan kepada masyarakat. Sudah pula menjadi program tersendiri bagi PT BPR NBP 15 BERASTAGI, tidak hanya pendidikan keuangan yang diberikan kepada masyarakat. Untuk melengkapi kebutuhan informasi dan pendidikan, PT BPR NBP 15 BERASTAGI mengikutsertakan konsultan pertanian dari MMA yaitu Andri Yono untuk memberikan pelatihan pertanian dalam rangka meningkatkan penghasilan para petani di Desa Bawang ini.
Sebagai tambahan pengetahuan tentang pertanian, terutama para petani kopi yang ada di Desa Bawang ini, PT BPR NBP 15 BERASTAGI mengajak Asosiasi Kopi Taneh Karo (AKTK) untuk memberikan tambahan ilmu tentang budidaya kopi. Mengenai kopi ini, dibawakan langsung oleh Ketua AKTK Wilson R. Sembiring.
Di Desa Bawang ini, Ketua AKTK lebih terfokus kepada proses pasca panen kopi dalam upaya peningkatan kualitas dan mutu hasil panen kopi.
“Ini adalah hal yang sangat penting,” seru Wilson. “Jika kualitas kopi dari Desa Bawang bisa ditingkatkan, petani kopi ke depannya berhak menentukan harga kopinya sendiri,” kata Wilson menjelaskan beberapa hal tentang proses yang harus dilakukan oleh petani kopi. Edukasi & Literasi keuangan PT BPR NBP 15 BERASTAGI ini dihadiri lebih kurang 50 petani Desa Bawang.