Edukasi Seni Dan Budaya Anak-anak
Dalam pendidikan seni, siswa dimentori langsung oleh salah satu sutradara yang telah banyak menelurkan film-film budaya Karo, Joey Bangun. Siswa diajarkan menulis dan membacakan puisi. Saat mengajar, Joey juga memberikan kuis dan yang berhasil menjawab akan diberikan salah satu film budaya Karo karyanya yang berjudul Pawang Ternalem.
Di samping itu, siswa kelas 1 dan 2 diajak bermain oleh sejumlah mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed). Kegiatan sosial tersebut disambut meriah oleh ratusan siswa. Terbukti hampir seluruh siswa tampak gembira dan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Joey Bangun yang untuk pertama kalinya ikut dalam kegiatan ini menyebutkan aksi LKE merupakan salah satu bukti nyata anak muda yang cinta akan Karo.
“Ini aksi luar biasa. Mereka bergerak tanpa basa basi seperti yang banyak dilakukan relawan korban erupsi Gunung Sinabung selama ini. Tidak ada proposal pengumpulan dana, yang ada hanya semangat untuk memajukan pendidikan di Karo terutama di kawasan yang terkena dampak erupsi,” ujar Joey saat mengajar puisi di kelas 3 SD Negeri tersebut.
Relawan LKE akan melihat secara langsung potensi yang telah ada sejak dini di dalam masing-masing siswa. Sejumlah siswa yang telah punya potensi akan diarahkan secara khusus untuk bisa lebih fokus.
“Kita telah melihat sejumlah siswa yang berpotensi untuk diajari fotografi, membaca puisi dan bermain theater. Mereka akan kita dampingi secara terus menerus agar potensi yang mereka miliki dapat berguna dan tidak berlalu begitu saja,” ujar Azhar salah satu relawan yang telah bergabung sebelumnya dalam relawan Nifara Foundation.
Rifaldo Tarigan, siswa kelas 5 mengaku sangat senang mendapat perhatian dari relawan LKE.