Fenomena Bunuh Diri Yang Harus
Memang sulit untuk memastikan apa penyebab perilaku bunuh diri apabila pada akhirnya korbannya harus kehilangan nyawa.
Kebanyakan orang yang melakukan bunuh diri karena mengalami suatu masalah psikologis seperti psikotik (gangguan dalam menilai realita, adanya halusinasi yang menyuruhnya untuk melakukan bunuh diri), depresi, gangguan bipolar atau masalah penggunaan narkoba.
Seseorang memiliki resiko yang lebih besar untuk bunuh diri apabila ada anggota keluarganya yang juga memiliki riwayat bunuh diri. Seseorang yang sering melakukan percobaan bunuh diri sebagai suatu respons yang segera terhadap suatu kejadian yang membuat stres, kehilangan atau konflik dengan seseorang juga memiliki risiko yang besar.
Ada beberapa tanda perlu diperhatikan yang biasanya ditunjukkan oleh mereka yang ingin melakukan tindakan bunuh diri, yaitu:
- Kata – kata : perkataan, tulisan yang menyatakan secara langsung atau tidak langsung untuk bunuh diri, selalu mengeluhkan dirinya sebagai orang yang jahat dan tidak berguna.
- Tindakan : mulai menjauh dari teman dan keluarga, ada perubahan pada pola tidur, makan, dan penampilan, nilai-nilai di sekolah yang menurun drastis, tidak berminat lagi pada hobi yang biasa dia sukai, bertingkah laku kasar dan sering marah.
- Perasaan : merasa putus asa, bersalah, dan malu yang berlebihan, tiba-tiba merasa gembira setelah sebelumnya terlihat depresi.
Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas maka harus diwapadai kemungkinan untuk terjadinya suatu usaha bunuh diri. Segera berikan perhatian yang khusus. Ajak komunikasi tentang hal-hal yang sedang dia rasakan dan pikirkan. Jangan meninggalkannya seorang diri, dan segera bawa ke psikiater untuk mendapatkan pertolongan profesional lebih lanjut. Jangan pernah abaikan gejala-gejala dan tanda-tanda yang muncul.