Fraksi Nasdem Kembalikan Tunjangan Anggota
Mungkin saja Surya Paloh memiliki banyak uang dan menambah gaji para anggota DPR dari fraksinya (NasDem) sehingga mereka mau mengembalikan tunjungan tambahan untuk anggota DPR. Tapi, rasanya kurang tepat juga cara seperti ini, menolak yang halal. Seluruh anggota DPR mendapat hak yang sama sesuai dengan apa yang telah ditentukan pemerintah. Ini bisa menimbulkan polemik di kalangan anggota DPR lainnya.
Dari sejarah, kenaikan gaji atau tunjangan DPR itu datangnya dari mereka juga. Jangan sampai di kemudian hari banyak bicara dan malas bekerja dengan alasan kurangnya gaji. Gaji 75 juta rupiah sampai dengan 100 juta rupiah per bulan dalam kondisi ekonomi seperti ini yang inflasi 8 persen lumayan berat juga. Anggota DPR cukup banyak mengeluarkan dana untuk kolega atau rakyat di daerah pemilihannya seperti untuk makan siang atau malam dalam pertemuan-pertemuan dengan masyarakat. Kenaikan tunjangan dan gaji untuk mendorong kinerja anggota DPR itu sendiri supaya lebih produktif dalam pengawasan dan pembuatan undang-undang. Belakangan ini, statistiknya tuntutan-tunjangan dan gaji meningkat, tapi tidak dibarengi kinerja yang bagus bahkan jumlah undang-undang yang dibuat tiap periode DPR saat ini malah menurun. Sibuk apa mereka?
Sibuk debatkah atau sibuk bisnis atau sibuk urusan lain? Rapat-rapat banyak kursi kosong.