Gamka Tuntut Pemkab Karo Tangani Krisis Air Minum — Sorasirulo
Sorasirulo

Gamka Tuntut Pemkab Karo Tangani Krisis Air Minum

Kesehatan ·
Gamka Tuntut Pemkab Karo Tangani Krisis Air Minum

B. KURNIA PARGAULAN P. KABANJAHE. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gamka (Gerakan Mahasiswa Karo) melakukan hunjuk rasa ke Kantor PDAM Tirta Malem di Kabanjahe . Mereka menuntut penuntasan krisis air bersih di Kabupaten Karo khususnya di Kota Kabanjahe.

“Krisis air bersih ini telah menjadi momok puluhan tahun. Gerakan ini sekaligus juga menunjukkan keprihatinan terhadap warga yang membutuhkan air bersih untuk Mandi, Cuci dan Kakus (MCK),” demikian dipaparkan oleh salah seorang koordinator lapangan Loyd Munte (32) pada wartawan di sela-sela menyampaikan tuntutan mewakili para rekannya.

Loyd melanjutkan, penuntasan krisis air bersih di Kabanjahe dan sekitarnya harus segera dilakukan. Harus menjadi prioritas bagi Bupati Karo saat ini agar tidak menjadi suatu hal kemunafikan sebagai pemimpin di Bumi Turang ini. Sudah lebih dari 30 tahun masyarakat Kabanjahe alami krisis air bersih. PDAM Tirta Malem khususnya Bupati Karo, selaku pelayan masyarakat di Kabupaten Karo sebagai tupoksinya menjadi penyedia atau pemasok air bersih ke penduduk terkesan tidak peduli. //

“Padahal, perusahaan ini milik Pemkab. Alasan pasokan air terganggu karena pompa air milik perusahaan rusak, masyarakat bisa maklum. Tapi, bila tidak kunjung diperbaiki, ini kesannya PDAM Tirta Malem mengabaikan keluhan masyarakat selaku konsumennya,” kata Loyd. Ditambahkan lagi, jika memang pimpinan perusahaan tidak bisa mengatasi masalah ini, seilahkan mundur secara terhormat. Massa Gamka saat berorasi di Kantor Tirta Malem di Jl. Jamin Ginting 9, Kelurahan Kampung Dalam (Kabanjahe).[/caption]

“Bila Pemkab Karo memang tidak miliki dana penggantian pompa mesin air yang rusak, atas nama masyarakat kita bisa bantu menyumbang. Kami warga masyarakat siap membantu atau mengambil solusi terbaik mengatasi krisis air minum di kota Kabanjahe ini,” ujar Loud Munte dengan nada kesal.

Menurut pengakuan Loyd, untuk sumbangan dana membantu mesin pompa yang rusak milik PDAM Tirta Malem telah dikumpulkan dana sebesar Rp 325.000 sambil menunjukan.

Menyahuti tuntutan Gamka, Dirut PDAM Tirta Malem Enda Putri br Brahmana mengakui pemasokan air bersih ke warga sering tersendat atau tidak lancar, tapi itu disebabkan oleh mesin pompa yang rusak belum diganti.

“Kita telah sampaikan masalah ini ke Badan Penyediaan Anggaran Pemkab Karo, namun sampai saat ini, belum ada jawaban. Masyarakat jangan menuntut ke PDAM Tirta Malem, tapi sampaikan keluhannya ke bupati langsung,” katanya.

Pantuan wartawan, massa Gamka selepas mendapat jawaban Dirut PDAM Tirta Malem dan meninggalkan uang Rp 325.000 di depan pintu masuk perusahaan bergerak ke Kantor Bupati, dikawal personil Polres yang dipimpin oleh Kompol Aswat Tarigan. Karena Bupati kebetulan tidak berada di tempat, mereka diterima oleh asisten Bupati.

Massa Gamka setelah mendapat jawaban asisten bupati bergerak pulang. Mereka berjanji akan melakukan aksi melibatkan massa lebih banyak sampai tuntutan ini dikabulkan. //