Gereja Dan Budaya Lokal
Jika kita amati negara-negara tersebut, bisa dikatakan mereka adalah negara yang kontekstual Asia. Sederhananya, jika kita ke pasar, baik modern maupun tradisional, dengan mudah kita dapat mengidentifikasi itu orang China, itu orang India, dlsb. Seorang anak usia 3 tahun sudah mampu membedakan mana film Holywood, mana film Bollywood, dan mana film China, Korea dan Jepang karena mereka kontekstual dalam segala hal. Sanggupkah anak usia 3 tahun membedakan mana film Australia, Inggris, dan Amerika? Kontekstual mereka terhadap budaya Asia membuktikan mereka sanggup bertahan dan bahkan menjadi pemeran penting dalam skenario drama dunia. lebih mengedepankan harmonisasi terkadang tampak lamban[/one_fourth]
Begitu juga dengan konteks dalam teologia. Asia yang lebih mengedepankan harmonisasi terkadang tampak lamban namun melaju dengan pasti seperti halnya lokomotif uap antik dengan dua rel dan memberi kesan serta kenyamanan dalam perjalanan bagi para pemumpangnya, sehingga tumbuh rasa kerinduan untuk mengulang kesan-kesan itu. Sedangkan konteks Barat yang lebih kepada eksploitasi dan tampak agresif, sampai mana akan terus agresif? Salmen Kembaren dan Erna br Ginting daslam penampilan Sanggar Seni Sirulo di HUT MAMRE GBKP ke 16, Sukamakmur (Sibolangit)[/caption]