BASTANTA P. SEMBIRING. MEDAN. Sejak tahun 2010, jalan Kampung Karo (biasa disebut oleh warga setempat Sigara-gara Kuta Karo) di Dusun IV Desa Sigara-gara (Kecamatan Patumbak) sudah menjadi jalan alternatif menghubungkan kawasan Deliserdang bagian Hulu dengan bagian Hilir. Namun, dari fisik jalan, tampak sekali kalau jalan dan kawasan ini kurang diperhatikan oleh pihak pemerintah. "Pernah dulu ada penutupan jalan di sekitar Tanjungmerawa. Akibatnya, kendaraan yang datang dari Lubukpakam menuju Amplas atau sebaliknya harus lewat Kampung Karo ini," demikian penuturan seorang warga setempat kepada Sora Sirulo .
Begitu pentingnya jalan ini sebagai jalan alternatif. Jalan ini sangat berpotensi mengurai kepadatan lalu lintas serta memperpendek jarak tempuh.
Misalkan saja, kendaraan yang dari Deli Hulu dan Kabupaten Karo yang hendak ke Kualanamo atau ke Lubukpakam, tidak perlu melewati Kota Medan. Tetapi tetap juga mereka melintasi padatnya Kota Medan karena tidak mengenal jalan alternatif ini. Kalaupun mereka mengenalnya, jalan ini juga sulit dilalui di musim hujan karena akan penuh kubangan.
Bertahun-tahun sudah warga Kampung Karo Patumbak mengharapkan perhatian serius dari pihak pemerintah untuk perbaikan jalan di Kecamatan Patumbak yang bisa menjadi alternatif penghubung Kecamatan Patumbak dengan Kecamatan Tanjungmerawa. Namun, sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. // //