jangan Kotori Puncak
Ini merupakan lahan yang sangat memberi keuntungan bagi penduduk di sekitar gunung. Begitu juga organda transportasi Medan--Berastagi. Pada hari Sabtu, banyak yang menumpang bus Medan—Berastagi dengan tujuan Gunung Sibayak dan Minggu Sore mereka kembali ke Medan dengan bus Berastagi—Medan.
Bisa ribuan pengunjung pada malam yang sama jumlah pendaki Puncak Sibayak.
Organda lokal seperti Kama dan Sibayak juga menerima dampak posisif peningkatan pendapatan karena akses menuju Sibayak dari Berastagi ke desa Jaranguda akan diantar oleh angkutan ini. jalan yang rusak parah sehingga kadang mobil organda harus didorong[/one_fourth]
22 Maret 2015 lalu, kita mengunjungi Puncak Sibayak. Di pos Jaranguda, kita membayar retribusi masuk objek wisata sebesar Rp. 4.000. Sepanjang akses jalan dari pos retribusi Jaranguda menuju parkir mobil Batu Kapur Sibayak terlihat jalan yang rusak parah sehingga kadang mobil organda harus didorong karena mogok.
Banyak lobang ukuran kecil dan besar sehingga supir harus hati-hati. Ditambah lagi ada timbunan longsor yang belum diaspal. Sepanjang jalan menuju puncak juga saya melihat sampah berserakan.
Diperlukan aksi memelihara akses dan areal Puncak Sibayak. Banyak kontribusi yang diberikan oleh Sibayak kepada kita. Untuk kuntribusi objek wisata juga besar. Bayangkan saja, setiap orang yang memasuki kawasan Sibayak wajib membayar Rp. 4.000. Setiap minggu dikunjungi oleh ratusan bahkan ribuan pengunjung.
Itulah kontribusi Sibayak bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Karo. Apa yang kita berikan kembali untuk Sibayak?
Janganlah kita hanya memberinya sampah yang kita tinggalkan di puncak dan areal Sibayak. // //