Kasus Pembunuhan Benly, Ketiga Ginting Akhirnya
IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Tiga tersangka kasus pembunuhan terhadap Benly Sembiring (36), ketua PP ranting Desa Rumah Mbacang (Kecamatan Namorambe) berhasil digulung Unit Reskrim Polsek Namorambe.
Menurut Kapolsek Namorambe AKP Esron Nainggolan SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu S. Sembiring, tersangka Deni Ginting (25) yang sempat melarikan diri berhasil diamankan di tempat persembunyianya di Desa Tiga Juhar (Kecamatan STM Hulu) : sekira 11.30 wib].
"Begitu kita mengendus keberadaan tersangka di seputaran Kecamatan STM Hulu, kita bersama tim langsung bergerak ke sana. Akhirnya tersangka berhasil kita amankan di salah satu rumah makan di Desa Tiga Juhar," kata Iptu S. Sembiring.
Lanjut dikatakan mantan Kanit Reskrim Polsek Biru-biru ini, tertangkapnya ketiga tersangka tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang turut membantu pihak kepolisian.
"Jajaran Polsek Namorambe serta Kapolres Deliserdang AKBP Edi Faryadi SH Sik mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat yang turut membantu dalam mengungkap kasus pembunuhan ini," kata Iptu S. Sembiring seraya mengatakan ketiga tersangka telah diamankan ke Polres Deliserdang.
Informasi terbaru diperoleh Sora Sirulo di Namorambe, pemicu perkelahian itu berawal ketika Benly Sembiring dengan Ondeng Ginting terlibat cekcok mulut di warung tuak di Desa Lubang Ido .
Setelah kejadian itu, ternyata Benly Sembiring kembali melanjutkan acara minum di sebuah warung tuak lain di lokasi kibotan di Desa Rumah Mbacang. Ondeng Ginting yang melihat Benly Sembiring sedang minum tuak sambil bicara gecor, datang menghampiri. Saat itu, Ondeng mempertanyakan kepada Benly, apa sebenarnya kesalahannya sehingga Benly memaki dirinya. Begitu Ondeng meminta penjelasan dari Benly, Benly bukan memberi penjelasan. Benly malah memukul dagu Ondeng hingga membuatnya sempoyongan. Ondeng yang tidak terima dipermalukan di muka umum langsung memberitahu kepada sepupunya Candra Ginting dan Deni Ginting.
Mendapat hasutan dari Ondeng, Candra Ginting dan Deni Ginting kemudian menyusun siasat untuk membunuh ayah beranak tiga ini. Dengan membawa pisau tumbuk lada dan pisau belati, ketiga pelaku langsung menyerang kediaman Benly Sembiring. Di sana, ketiga pelaku melempari rumah korban sambil berteriak memanggil nama Benly Sembiring. Akibat kejadian itu, kaca nako rumah Benly menjadi berpecahan akibat dilempari batu.