Kbb Bagi Orang — Sorasirulo
Sorasirulo

Kbb Bagi Orang

Budaya ·
Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta) Penampilan Sanggar Seni Sirulo di Anjungan Pesta Mejuah-juah, Berastagi.[/caption]

Secara sekilas kita mungkin menduga bahwa KBB (Karo Bukan Batak) takkan pernah bisa diterima oleh orang-orang dari Suku Batak. Soalnya, mengakui KBB sama saja dengan melemahkan kekuatan mereka yang maunya Karo terkesan bagian dari Batak.

Paling tidak, dengan mengakui KBB, orang Batak kehilangan salah satu 'sub' nya yang tak bisa dipandang sepele. Sebab diantara 'sub' yang lain, Karo termasuk salah satu yang bisa dibilang paling susah untuk tahluk. Setidaknya, Kabanjahe dan Berastagi masih menjadi kota Karo sampai sekarang. Tidak seperti Siantar yang kesannya bukan lagi kota Simalungun dan Sidikalan bukan lagi kota Pakpak (Keduanya dianggap kota Batak).

Sebenarnya, ini kisah yang bagiku menarik. Kemaren, kami Keluarga Besar Karo Katolik Yogyakarta mengadakan pertemuan bulanan dengan mengadakan Misa sekalian syukuran salah seorang anggota pemuda yang baru wisuda. Kebetulan misa dipimpin oleh seorang Pastor atau Romo yang, jika dilihat sekilas, sangat mirip dengan orang dari Indonesia Timur. Aku pun menduga pastor ini dari Flores atau Timor Barat. tak pernah menye-butkan Batak Karo[/one_fourth]

Ketika memberikan sambutan, pastor ini berbicara tentang suku-suku Indonesia termasuk diantaranya Karo, Batak dan sebagainya. Dia tak pernah menyebutkan Batak Karo dan bahkan dia terlihat begitu membedakan Batak dengan Karo.

Aku sempat berpikir, pastor ini pasti sudah tahu tentang isu KBB. Namun, setelah ibadah misa selesai, pastor ini memperkenalkan diri. Ternyata dia adalah orang Batak bermarga Simatupang kalau aku tidak salah ingat. Mungkin juga Simanjuntak. Dia terlihat sangat membedakan Karo dengan Batak. Sesekali dia mengatakan Batak Toba, sesekali Batak saja, tapi tak pernah mengatakan Batak Karo.

Dia bercerita: "Kemaren aku juga ikut perkumpulan kami orang-orang Batak Katolik. Tapi, saya melihat di Karo Katolik ini banyak sekali pemudanya. Pertahankan."

Dia tersenyum saat berkata begitu. Dalam hati aku ikut tersenyum karena ternyata orang Batak yang tak punya kepentingan pribadi akan sangat mudah menerima KBB. Salut untuk pastor Batak ini. // //