Beranda / Kecenderungan Karo Dalam Pilkada Serentak Kecenderungan Karo Dalam Pilkada Serentak Budaya · 15 September 2015 Oleh: Paulus Jepe Ginting (Medan) Di halaman depan Istana Maimoon (Medan) terdapat sebuah bangunan bergaya arsitektur Karo yang merupakan tempat menyimpan peninggalan sejrah nenek moyang Sultan Deli yang berasal dari Karo.[/caption] Dalam perjalanan dari Stabat, Binjai, Medan, dan Sergai, saya menyempatkan diri berbincang- bincang dengan orang-orang Karo; baik yang telah melalui janji maupun serba kebetulan ketemu. Secara umum, dari ketujuh nama calon bupati, mereka umumnya hanya tertarik ada 3 nama (dengan cara pandang beda). Menurut mereka, ketiga orang tersebut bakal bersaing memenangkan Pilkada Karo tahun ini. Ketiga nama itu adalah Bangkit Sitepu, Sudarto Sitepu, dan Ramon Bangun. Ketika saya sebutkan nama-nama yang lain, mereka mengatakan tidak pernah kenal pribadi maupun kiprahnya. Saat saya tanyakan, ketiga nama itu mereka katakan mengetahui kiprah mereka. Bangkit Sitepu kata mereka seorang kepala preman dan anggota DPRD Sumut. Sudarto Sitepu. seorang penyanyi dan anggota DPRD Sumut. Ramon Bangun, orang Karo dengan karir bagus di Jakarta. Dari perbincangan di berbagai tempat itu, saya menarik beberapa catatan penting (tentu atas dasar subjektivitas bercampur objektivitas pandangan yang saya miliki): Orang Karo dimanapun domisilinya tetap mempunyai rasa keterikatan dengan Kabupaten Karo. Ternyata pandangan mereka tidak jauh berbeda dengan pandangan warga yang tinggal di Kabupaten Karo. Perpolitikan Karo khususnya dalam Pilkada tak bisa dipungkiri bahwa preferensi pemilih masih didasarkan pada kekuatan finansial dan popularitas, tanpa mempersoalkan finansial dan popularitas itu bersumber dari hal positif atau negatif. Bahwa kelemahan para calon terletak pada sosialisasi diri secara luas dan intensif sehingga masyarakat tidak mengenal mereka. Bahwa perubahan Karo melalui nilai-nilai positif demokrasi belum akan terlaksana dalam Pilkada tahun ini. Para calon sangat perlu melakukan temu-temu kelompok masyarakat penggiat masyarakat madani sebagai media penyampaian informasi yang sangat efektif. Setiap calon perlu membentuk tim analis, tim persuasif, tim humas dan informasi, tim penetrasi massa, dan tim mobilisasi massa. Semoga info ini bermanfaat. // // Iklan