Kekerasan Pada Anak Dan Dampaknya — Sorasirulo
Sorasirulo

Kekerasan Pada Anak Dan Dampaknya

Hukum Kesehatan ·
Kekerasan Pada Anak Dan Dampaknya
dr. Lahargo Kembaren SpKJ (psikiater) Ketua SMF Psikiatri RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor Dampaknya

Korban atau kasus anak yang mengalami kekerasan dapat berdampak jangka pendek ataupun jangka panjang.

1. Jangka pendek

Dampak jangka pendek terutama berhubungan dengan masalah fisik antara lain : lebam, lecet, luka bakar, patah tulang, kerusakan organ, robekan selaput dara, keracunan, gangguan susunan saraf pusat.

Di samping itu seringkali terjadi gangguan emosi atau perubahan perilaku seperti pendiam, menangis, dan menyendiri.

2. Jangka panjang

Dampak jangka panjang dapat terjadi pada kekerasan fisik, seksual, maupun emosional.

  1. Kekerasan fisik. Kecacatan yang dapat mengganggu fungsi tubuh anggota tubuh
  2. Kekerasan seksual. Kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS, gangguan /kerusakan organ reproduksi.
  3. Kekerasan emosional. Tidak percaya diri, hiperaktif, sukar bergaul, rasa malu dan bersalah, cemas, depresi, psikosomatik, gangguan pengendalian diri, suka mengompol, kepribadian ganda, gangguan tidur, psikosis, dan penggunaan napza. Penanganannya

    Pertama : Pencegahan

    Aktivitas pencegahan ini dapat dilakukan secara bersama dalam bentuk sosialisasi hak-hak anak dan sejumlah peraturan ditengah-tengah kehidupan masyarakat dan keluarga.

    Ke dua : Deteksi Dini

    Bagi anak-anak yang rentan terhadap terjadinya kekerasan serta dalam lingkungan keluarga dan masyarakat perlu dilakukan langkah cepat (quick respons ) untuk mengevakuasi sementara anak ke tempat yang aman, serta memberikan peringatan dini kepada lingkungan keluarga yang rentan melakukan kekerasan.

    Artinya, bagi anak-anak yang rentan terhadap kekerasan sedini mungkin bisa dihindari.

    Ke tiga : Intervensi Krisis

    Bagi anak-anak yang telah mengalami kekerasan, langkah yang perlu dilakukan melalui pendekatan Intervensi Krisis. Aktivitas ini dilakukan dengan metoda mendampingi korban dan keluarga korban untuk melakukan upaya hukum, dan melakukan terapi terhadap trauma yang diakibatkan oleh tindak kekerasan. Menghindarinya

    Ada beberapa upaya yang patut dilakukan agar kita dapat terhindar dari kekerasan terhadap anak, diantaranya adalah: Hargai anak dan bersikap adil : Ciptakanlah suasana hangat dan penuh kasih sayang di lingkungan anak.

    Berilah penghargaan bila anak melakukan perbuatan terpuji dan beritahu kesalahannya bila melakukan tindakan tidak baik. Dengan demikian anak belajar menghargai orang lain, terutama orangtuanya.