Kemanusiaan Yang
Seolah-olah ada sisi lain yang membatasi satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dielakkan ataupun dilepaskan sehingga ada kata terperangkap. Ruang gerak manusia sesungguhnya tidak dapat dibatasi dengan fisik yang terbatas dalam ruang dan waktu. Pikiran juga merupakan benda yang bergerak.
Gerakan pikiran dapat menggerakkan benda yang nyata terlihat dalam dunia metafisika. Dunia metafisika tidak dapat disamakan dengan mistik yang mempengaruhi kejiwaan yang seolah dari sesuatu yang gaib, melainkan suatu rumusan yang teruji akibat analisa dan pengkajian unsur-unsur alam dalam segala geraknya. Manusia terperangkap dalam tubuh bukan dalam pikiran.
Telah 5 tahun lamanya Sinabun, Gunung yang elok di Dataran Tinggi Karo, mempermainkan hati saudara-saudaranya. Banyak keluhan, tangisan, kekecewaan, kematian yang telah terjadi mengikuti perkembangan hati Sinabun. Melalui itu pula jalur-jalur kemanusiaan mulai terentang di Kabupaten Karo. Lembaga-lembaga telah terbentuk dan keperdulian untuk saling membantu semakin ditingkatkan. Mata manusia dibukakan untuk melihat penderitaan saudara-saudaranya. Tidak sedikit dari masyarakat yang terkena bencana menjadi kehilangan kewarasannya. Pemenuhan kebutuhan kemanusiaan semakin diperhatikan.
Kegiatan kemanusiaan adalah kegiatan hati yang seharusnya terus menerus dilakukan bukan sebagai jembatan pribadi untuk tujuan pribadi. Kegiatan kemanusiaan bukan dalam skala yang naik turun mengikuti arus agar turut terlihat oleh orang lain. Kegiatan kemanusiaan tidak untuk dipermainkan. Pengolahan segala kebutuhan kemanusiaan harus berakar dari diri sendiri bahwa apa yang saya butuhkan sebagai kebutuhan primer adalah juga yang mereka butuhkan. Sandang, papan, pangan adalah yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sanggar Seni Sirulo yang saat itu (2010) langsung dikoordinir oleh Juara R. Ginting menghibur para pengungsi Sinabung di Kabanjahe.[/caption]