Kembali Ke
Dari Kuta Aji Jahe melalui Sungai Babura menuju hilir hingga akhirnya pada Tahun 1590, setelah melalui proses yang panjang, Guru Pa Timpus Sembiring Pelawi membuka perkampungan yang diberi nama Kuta Madan; kelak dikenal dunia dengan Kota Medan.
Sejarah panjang orang Karo dengan semangat dan kerja kerasnya untuk menciptakan lingkungan yang asri bersahabat dengan alam sangat terpelihara dengan baik karena didukung oleh adat istiadat Karo.
Sejarah juga pernah mencatat kejayaan Kerajaan Haru yang tidak dapat dikalahkan oleh Kerajaan Majapahit sehingga Patih Gajah Mada yang kemudian munculnya Sumpah Palapa, seperti yang tercatat dalam Kitab Pararaton. Dalam catatan Dinasti Ming Kerajaan Haru disebutkan di dalamnya. Keberadaan tampilan budaya Karo di Lapangan Merdeka Medan dalam konteks sejarah. Foto: EDI SEMBIRING[/caption]
Pertama kali setelah Kota Medan berdiri dengan bangunan megah dan menjadi pusat perniagaan, pada tanggal 31 Agustus-6 September 1923, Suku Karo tampil di acara Pasar Malam di lapangan Merdeka Medan diiringi musik tradisional Karo. Ndikkar (silat Karo) tampil dengan jurus-jurus yang sangat indah, bangunan lige-lige turut hadir dan diarak oleh orang-orang Karo di tengah-tengah arena. Tahun 1948 jambur lige berdiri di Lapangan Merdeka. Panggung Karo Festival 2015 yang bergaya arsitektur tradisional Karo.[/caption]
Kerinduan Suku Karo terlihat ketika puluhan ribu massa tumpah ruah memadati seluruh sudut lapangan.