Kesehatan Jiwa: Gangguan Stres Pasca — Sorasirulo
Sorasirulo

Kesehatan Jiwa: Gangguan Stres Pasca

Budaya ·
Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater) Kepala SMF Psikiatri RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Sebuah adegan penampilan Teater Rakyat SIRULO yang disutradarai oleh Juara R. Ginting[/caption] Bencana alam, perang, dan berbagai peristiwa menakutkan lainnya saat ini sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Berbagai peristiwa menakutkan yang mengancam tersebut akan meninggalkan ‘bekas menyakitkan’ dalam hidup seseorang yang mengalaminya. Selain masalah fisik yang dialami, trauma psikologis juga tidak jarang menyebabkan suatu masalah dalam kehidupan.

Trauma secara sederhana dapat diartikan sebagai luka yang sangat menyakitkan. Pengalaman traumatis, secara psikologik berarti pengalaman mental yang mengancam kehidupan dan melampaui ambang kemampuan rata-rata orang untuk menanggungnya.

Peristiwa tersebut dapat dialami sendiri atau menyaksikan (terlibat langsung) dalam peristiwa. Pengalaman traumatis mengakibatkan perubahan yang drastis dalam kehidupan seseorang yang dapat mengubah persepsi seseorang terhadap kehidupannya. Pengalaman traumatis dapat mengubah perilaku dan kehidupan emosi seseorang.

Termasuk dalam peristiwa traumatis adalah sebagai berikut:

- Bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, banjir, tsunami, kebakaran, dll)

- Kekerasan dalam rumah tangga / sekolah (bullying )

- Penyiksaan

- Pemerkosaan

- Kecelakaan yang mengerikan

- Peristiwa peristiwa yang mengancam kelangsungan hidup

Sekitar 10 – 20% korban bencana akan mengalami gangguan mental bermakna, seperti; Gangguan Stres Pasca Trauma, Depresi, Gangguan Panik, dan berbagai gangguan Anxietas terkait trauma. Mereka ini membutuhkan pertolongan ahli kesehatan jiwa.

Gejala-gejala gangguan stres pasca trauma antara lain adalah:

  1. Re-experiencing (seperti mengalami kembali)
  2. Avoidance (penghindaran)
  3. Hyper-arousal (keterjagaan)

    Re-experiencing :