Kisah Bersambung: Ginting Manik Mergana
"Ku ja aténdu é, Mbuyak ?"
"Kempak tiga éna lebé, Yak, " jawab Darma.
Sambung Darma dengan bertanya balik: "Kam ku ja kin aténdu é ?"
"Ku tiga ka ngé, Mbuyak ."
"Adi bagé radu kita mari, " kata Darma kepada sahabatnya.
Mereka berdua pun berjalan menuju ke arah tiga . Di perjalanan kedua pemuda ini banyak bercerita.
"Uga nge impalta oh, Yak ?"
"Isé katandu é ?" Darma bertanya balik.
Jawabnya: "Beru Ginting Manik oh. Ise ka kin ."
Tanya Darma kembali: "Ugaka kin iakapndu beru Ginting oh ?"
Jawabnya dengan melempar pertanyaan lagi: "La ngé pepagi aténdu morah nandangi beru Kalimbubu oh ?"
"Uga ngé, ninta Mbuyak, adi labo padanna kin. Kai gia ninta labo terpaksaken. "
"Uga maka bagé nindu ?" tanyanya lagi kepada Darma.
Lanjut lagi katantanya: "Uga maka talu ka kam ras kalak pertandang oh. Adi kerna jabu Ginting Manik Mergana ras Sitepu Mergana kuakap kerina ngé anak kuta é ngangkaisa. Adi pang kin beru Ginting oh, é 'enggo meléwatsa ."
"Labo man paksan kel é, " kata Darma datar menjawabnya.
"Adi anak kuta é, kerina ngé meteh kerna sura-sura jabu Sitepu Mergana sini aténa muat beru Ginting oh. Mé méla naring kari siakap é adi sempat ka beru Ginting oh ibaba kalak pertandang ?"
Darma hanya diam saja.
Di pertigaan, kedua pemuda seperti melihat seorang gadis cantik yang sedang berjalan ke arah perjuman . Ke arah kiri dimana mereka saat itu sedang berdiri.
"Labo beru Ginting Manik kin oh ?"
"Uai !" Jawab Darma.
Lalu kata Darma kepada saudaranya itu: "Lebén saja kam ku tiga, Mbuyak ."
Mereka pun berpisah. Darma berbelok ke kiri menuju arah yang dituju beru Ginting Manik; hendak mencari tahu apa sesungguhnya yang ingin dilakukan beru Ginting Manik dengan mengikutinya. Sedangkan saudaranya itu meneruskan perjalanannya ke arag tiga .
Dari kejauhan Darma melihat beru Ginting Manik menemui seorang pria. Melihat pria itu adalah seorang yang juga sangat dia kenal. Darma pun berbalik dan meneruskan perjalanannya menuju tiga .
Beberapa saat kemudian, tiga menjadi riuh dengan berita yang cepat tersebar, kalau Ginting Manik mergana ditangkap oleh polisi karena melakukan pembunuhan terhadap seorang pria dan wanita di jalan, yang diketahui juga orang yang sangat dekat dengannya.
Masyarakat berspekulasi kalau kejadian ini dilatarbelakangi konflik asmara. Dimana Perangin-angin mergana menjalin hubungan istimewa dengan turang Ginting Manik mergana yang belakangan sangat diingini jabu Sitepu Mergana untuk menjadi menantu di keluarga mereka.
Orang-orang berasumsi, oleh karena tekanan yang terus-menerus dari jabu Sitepu Mergana dan rasa berhutang budi, maka tersulut emosi saat melihat turang nya bersama dengan Perangin-angin yang sebelumnya telah mendapat larangan olehnya, diapun gelap mata dan membunuh sahabatnya Perangin-angin mergana .
Di saat yang bersamaan, beru Ginting Manik yang juga di tempat itu, tentunya menghalangi niat buruk Kaka Tua -nya; sehingga, dia pun menjadi korban dari kemarahan turang nya.
Namun, apakah demikian benar adanya? Tidak seorang pun tahu pasti selain Ginting Manik mergana sendiri. Yang jelas, bukti terkuat kalau pelakunya adalah Ginting Manik.
Veld by nitrodeal" href="#56295856"> Politie yang saat itu kebetulan lewat melihat Ginting Manik dengan tangan yang bercucuran darah segar, serta tumbuk lada nya yang masih menancap di bagian perut Perangin-angin. Jadi, bukti sangat jelas, kalau satu-satunya pelaku penyerangan yang mengakibatkan kematian Perangin-angin mergana , adalah Ginting Manik.
by nitrodeal" href="#56295856"> Atas kejadian ini, Ginting Manik mergana harus menjalani hukuman dan pembuangan (verbanning ) jauh dari kuta . Di masa kolonial, hukuman pembuangan ataupun menjauhkan terhukum dari kampung halaman dan keluarga biasa diberlakukan bagi mereka yang terdakwa melakukan kejahatan berat, termaksud apa yang didakwakan kepada Ginting Manik mergana .
by nitrodeal" href="#56295856"> Semenjak itu, hubungan keluarga Ginting Manik Mergana dengan keluarga Perangin-angin Mergana memburuk, dan, menjadi kian memburuk akibat pernyataan-penyataan bermusuhan dari kedua belah pihak dengan mengangkat sumpah atas keturunan mereka yang mengharamkan untuk sibuaten . Setiap perjabun yang dilakukan antara keturunan kedua belah pihak akan berakhir pada mala petaka. Demikian sumpah mereka.
by nitrodeal" href="#56295856"> * * * *
by nitrodeal" href="#56295856"> Dua tahun kemudian setelah kejadian itu dan Ginting Manik pun telah menjalani hukumannya di pembuangan.