Kisah Perjalanan: Dipisah Oleh 2 Kepala Ular
Tiket ICE sudah dibeli lewat internet, bayar dengan kartu kredit. Tapi, di Jerman, kartu harus ditunjukkan ke kantor sebelum masuk kereta. Keterangan di tiket departure Pkl. 6.40, peron 7, gerbong 27, nomor tempat duduk 72-76 (kami berlima). Jam sudah menunjukkan Pkl. 06.05. Cari seluruh peron, ICE tidak ada. Di peron 7 stand by kereta biasa. Dimana, ya, ICE yang akan membawa kami? Kereta biasa di peron 7 berangkat, peron jadi kosong, jam sudah menunjuk Pkl. 06.15. Tidak lama datanglah ular besi (ICE), kami lega. Jam sudah Pkl. 06.20. Monitor di ujung peron tidak menampilkan Praha tapi Munich. Ini bukan ICE kami. Hanya ada satu ICE di seluruh peron jadi pasti inilah ICE kami.
Rupanya kereta ini terdiri dari 2 bagian: gerbong 31 sampai 39 di depan, gerbong 21 sampai 29 di belakngnya. Antara gerbong 30an dengan gerbong 20an dipisahkan oleh 2 Kepala Ular Besi (lokomotif). Kami sudah masuk di kereta yang benar walau gerbongnya salah. Lalu kami berjalan melintasi gerbong demi gerbong akhirnya sampai di nomor 27. Kami duduk dengan terengah-engah. Berhasil.... Tapi, Laura dan Alexis jauh di belakang tidak bersama kami. Wah bagaimana ini? Mereka ke mana? Kereta mulai bergerak dan tak lama sudah mencapai kecepatan maksimum. Kemana Laura dan Alexis pergi, apakah mereka akan ke Munich? Bagainana kami bisa bertemu lagi.