Kolom Alexander F. Meliala: Konsistensi
Seseorang yang memiliki rasa kinikaron selalu berupaya mengemukakan keberadaan Suku Karo ke khalayak ramai atau dunia lebih luas. Rasa kinikaron muncul bersama keinginan agar Karo semakin dikenal oleh dunia. Namun demikian, dalam rangka mengemukakan atau mengkampanyekan keberadaan Suku Karo kepada khalayak, tentu dalam hal ini diperlukan media untuk menjembataninya.
Dalam hal mengemukakan Karo, lalu media apakah yang kerap digunakan oleh para penggiat kinikaron ? Bila kita mencermati secara teliti, maka kita akan melihat sebuah fenomena, dimana kalangan penggiat kinikaron ternyata telah memanfaatkan sosial media sebagai sarana mengemukakan Karo sejak tahun 2000.
Mengapa saya katakan ini sebagai fenomena?
Ketika masyarakat Indonesia secara umum baru memanfaatkan secara luas keberadaan sosial media sejak tahun 2010an, justru penggiat kinikaron telah memanfaatkan media ini 10 tahun lebih dini. HERLAN SEMBIRING BERSAMA KELUARGA. Herlan adalah pendiri (owner) milis TanahKaro. Milis ini awalnya dimeriahkan oleh para alumni Politeknik USU (sekarang Polmed) seperti Herland sendiri, Terbit Sembiring Meliala, Rayendra Ginting, Maja Sembiring, Ita Apulina Tarigan (sekarang Pimred Sora Sirulo) dan juga Ira Munthe dari FISIP USU. M.U. Ginting adalah penggiat pertama dari luar negeri yang kemudian disusul oleh Juara R. Ginting dan Pa Canggah Ginting (Ululau Galoh). Hampir semuanya mereka ada di grup facebook Jamburta Merga Silima (JMS) yang didirikan oleh Sada Arih Sinulingga dan hampir semuanya aktif mendukung www.sorasirulo.com yang didirikan oleh Ita Apulina Tarigan dan Juara R. Ginting atas dukungan Pa Canggah Ginting.[/caption]
Sebagai bukti sosial media telah dimanfaatkan oleh penggiat kinikaron sejak tahun 2000, dapat dilihat melalui beberapa mailing list (milis) Karo yang memang telah berdiri pada tahun-tahun tersebut. Salah satu milis Karo yang paling awal muncul adalah milis Forum Karo yang telah berdiri sejak tahun 1999 (https://groups.yahoo.com/group/forumkaro ). Milis Karo lainnya yang kemudian muncul adalah TanahKaro yang berdiri tepat pada tahun 2000 (https://groups.yahoo.com/group/tanahkaro ).
Setelah kemunculan kedua milis Karo di atas, maka kemudian semakin banyak muncul milis-milis Karo lainnya yang tak dapat disebutkan satu per satu melalui tulisan ini. Namun satu hal yang unik, dengan konsistensi beberapa penggiat kinikaron , salah satunya sebut saja seperti kila Malem Ukur Ginting (M.U. Ginting), keberadaan milis Karo yang sudah hadir sejak tahun 2000 hingga kini masih eksis dan tetap menyuarakan Karo. Sanggar Seni Sirulo didirikan oleh Juara R. Ginting dan Ita Apulina Tarigan untuk lebih menyuarakan kinikaron di lapangan setelah tumbuh subur di dunia maya.[/caption]
Kehadiran milis Karo sebagai media awal yang digunakan penggiat kinikaron untuk mengemukakan Suku Karo di media by appsave" href="#83315212"> online berlanjut ke media sosial lainnya. Kehadiran by appsave" href="#59051408"> Blogger , Wordpress, Youtube, Friendster (situs jejaring sosial yang pernah mengemuka dan digemari hingga tahun 2008), Twitter, Facebook, bahkan Istagram juga tak luput digunakan para penggiat kinikaron untuk mengkampanyekan keberadaan Suku Karo. M.U. Ginting yang terus menerus aktif menyuarakan kinikaron dari Swedia.[/caption]
Salah satu orang yang paling patut kita apresiasi dalam hal ini adalah M.U. Ginting. //