Kolom Alexander F. Meliala: Mengapa Gerakan Kbb Baru Ada
Ketika orang-orang berpendidikan dan kalangan kelas atas telah terpengaruh dengan tulisan yang didapatnya dari media buku pada saat itu, maka tentu informasi yang dia dapakan akan kembali diceritakan kepada masyarakat lain (anak kuta-kuta ) yang dia jumpai. Dapat pula kita bayangkan, bahwa masyarakat akan cenderung langsung percaya dengan cerita-cerita yang disampaikan oleh mereka yang dianggap lebih berkelas dan berpendidikan. Cerita-cerita yang ditulis melalui buku, seperti misalnya yang dituliskan tentang 'Tarombo dohot Turiturian ni Bangso Batak' yang sebelumnya dibaca oleh kalangan terdidik dan kelas atas, serta kemudian diceritakan kembali kepada masyarakat (anak kuta-kuta ), maka selanjutnya dari 'anak kuta-kuta ' akan kembali tersebar dari mulut ke mulut, akhirnya diterima sebagai 'kabar kebenaran' oleh kalangan masyarakat luas. Saat sekarang, banyak pertanyaan bermunculan terkait kehadiran gerakan Karo Bukan Bukan Batak (KBB). Salah satu pertanyaan yang kerap dipertanyakan terkait gerakan ini adalah "kenapa baru sekarang ada gerakan KBB, sementara orang pada zaman dulu tidak pernah mempermasalahkannya?".