Kolom Alexander F. Meliala: Meningkatnya — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom Alexander F. Meliala: Meningkatnya

Budaya Kolom ·
Kolom Alexander F. Meliala: Meningkatnya
"Di Festival Karo 2015 itu, sudah terlihat ada perubahan di kalangan Karo sendiri. Terlihat adanya perubahan dalam soal identitas Karonya, artinya perubahan dari faktor intern Karo sendiri. Identitas kekaroan sudah sangat semakin nyata dan diyakini. Orang Karo menemukan kembali siapa dia, sudah ada dasar. Identitas dan karakter semakin kuat bergandengan tangan," tulis Kila MU Ginting melalui kolomnya berjudul "Medan Memanggil, O Turang La Megogo!" yang dipublikasikan Sorasirulo.com, 3 September 2015.

Apa yang dikatakan oleh kila Ginting mergana ini memang benar adanya; terlihat orang-orang Karo semakin mencintai kinikaron . Hal ini tampak jelas dari acara Karo Festival 2015 yang diselenggarakan oleh DPD-HMKI Sumatera Utara di Lapangan Merdeka, Medan, beberapa waktu lalu. Tanpa dimobilisasi, bahkan hanya dengan mengandalkan sosial media facebook sebagai sarana sosialisasi acara kepada masyarakat, namun terbukti acara tersebut dihadiri oleh puluhan ribu orang Karo dari berbagai pelosok Sumatera Utara, khususnya warga Karo di Kota Medan.

Selain di acara Karo Festival 2015, rasa bangga terhadap kinikaron terlihat dari apa yang diperlihatkan oleh generasi muda Karo. Dalam kurun setahun terakhir, banyak diantara generasi muda Karo yang semakin bangga ketika dapat menunjukkan simbol-simbol kinikaron dari diri mereka.

Sebagai contoh dari sisi fashion, misalnya, berbagai kaos dengan simbol-simbol Karo semakin banyak dicari dan diperjualbelikan. Begitupula uis beka buluh yang dulunya hanya dipakai saat acara-acara adat Karo, tetapi kini telah banyak dimodifikasi menjadi pernak-pernik, seperti syal, dompet, gelang dan lain sebagainya. Ini sekarang banyak dipakai oleh anak-anak muda Karo dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika rasa kinikaron semakin mengemuka pada anak-anak muda dari sisi fashion, juga terasa dari sisi musik tradisi. Berbagai musik Karo yang dulunya sudah mulai terlupakan, kini kembali bangkit. Minat generasi muda kian meningkat untuk kembali mengesplorasinya.

Barometer kebangkitan musik tradisi Karo yang digeliatkan oleh generasi muda dalam kurun beberapa tahun terakhir ini dapat terlihat dari banyaknya grup-grup musik Karo yang bermunculan. Begitupula halnya dengan sanggar-sanggar musik tradisi Karo yang kian menjamur.

Dari sisi olahraga juga demikian. Dulunya, olahraga catur Karo yang selama ini hanya diminati oleh kalangan tertentu, khususnya para orangtua yang telah berusia lanjut. Kini, catur Karo telah terangkat ke permukaan. Para mahasiswa, khususnya yang terlihat di Kota Medan akhir-akhir ini, semakin hari semakin banyak yang kembali mempelajari permainan tradisional yang pernah menghantarkan orang-orang Karo sebagai jago catur pada masanya di tingkat internasional itu.

Kebangkitan Kinikaron yang tampak di dunia nyata ini sedikit banyaknya tak terlepas dari gerakan kinikaron yang selama ini telah dipupuk dan digaungkan secara berkesinambungan melalui media online. Konsistensi kinikaron yang telah digaungkan dalam kurun sepuluh tahun terakhir melalui media online telah berhasil membawa perubahan berarti terhadap kinikaron dalam diri masing-masing warga Karo, khususnya generasi mudanya.

Rasa kinikaron yang semakin mengemuka pada diri masing-masing orang Karo ini patut diapresiasi. Namun demikian, rasa itu masih perlu terus dibina dan diarahkan kepada hal-hal yang bersifat positif, sehingga kinikaron semakin terpupuk dan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan orang-orang Karo. Demikian pula tentunya kemajuan bangsa dan negara Indonesia. // //