Kolom Bastanta P. Sembiring: Ketika Kekaroan Dituding
S i tuan (tuan para biang perburu ) sudah mulai turun tangan sendiri, karena algojo / tukang pukulnya atau biasa kita sebut biang perburu dalam diskusi sudah tidak mempan lagi. Lantas, bagaimana dengan nasib para biang perburu ? Orang-orang seperti ini salah satu tipe manusia yang juga harus diwaspadai dan dilawan, agar emansipasi pemikiran di Karo itu tidak sampai mati.
Jadi, kembali lagi kepada kita semua. Kalau sudah sampai pada level demikian parahnya, yakni mereka mulai merasa berhak mengatur dan melarang, serta tidak jarang melontarkan pernyataan merendahkan kekaroan itu, apakah kita masih tetap diam: antipati dan apatis terhadap gerakan KBB itu?
“Ukuri dagé sirulo, adi keleng kin atéta kinikaron é. Mejuah-juah ." // //