Kolom Benny Surbakti: Kepunahan Bahasa
Demikian juga budaya daerah, tidak diminati lagi terpengaruh budaya asing. Anak-anak lebih suka cerita Power Ranger, Doraemon atau Naruto daripada cerita/ dongeng daerah seperti Malin Kundang, Pawang Ternalem, Putri HIjau, dan sebagainya. Mereka bahkan tidak tertarik dan tidak mengetahui cerita/ dongeng daerah. Penampilan musik Karo di Pameran Bahasa-bahasa Terancam Punah, Tropen Museum, Amsterdam. Dari kiri ke kanan Esmiralda Hilal, Clara Brakel, dan Juara R. Ginting (2009)[/caption] Kalau hal tersebut dibiarkan, sangat memungkinkan bahasa dan budaya daerah di Indonesia akan punah. Oleh sebab itu, kita sebagai Suku Karo bertanggungjawab untuk melestarikan bahasa dan budaya Karo. Jangan sampai anak-anak cucu kita kehilangan bahasa ibu dan budaya daerah. Sudah saatnya kita kembali menggalakkan bahasa Karo dan Budaya Karo seperti permainan dan cerita dongeng Karo. Jangan sampai mereka lebih mengenal budaya Jepang, Korea, dan Amerika daripada budaya sendiri.