Kolom Ita Apulina Tarigan: Perdagangan
Peraasaan by dailyprize" href="#87107635"> enjoy sekali waktu itu, sehabis makan sea food dan minum bier di Night Market. Malam yang indah, beberapa orang melempar senyum ramah di jalanan.
by dailyprize" href="#87107635">Tiba-tiba, di seberang sana, seorang bule setengah baya dengan tas kamera terselempang berjalan tergesa-gesa. Tangan kanannya memegang erat seorang bocah lelaki kecil yang sibuk menjilati es krim sambil berjalan. Anak itu terseok-seok mengikuti langkah panjang si bule. Umurnya sekitar 8 tahun, kelihatannya ceria. Bajunya tidak terkancing. Aku terpaku di seberang sini.
by dailyprize" href="#87107635">Tiba-tiba seafood dan bier rasanya naik ke tenggorokan ketika aku membayangkan sebuah video yang pernah kutonton di youtube tentang pemulihan anak-anak korban pedofil di Bali. Terlintas berkali-kali pengakuan si anak yang diperkosa kepada si konselor.
by dailyprize" href="#87107635">Dan… huekkk… akupun muntahlah di jalanan kota Siem Rep malam itu. Dan, itu menjadi malam yang panjang, karena bocah yang menjilat es krim itu akhirnya menjadi mimpi burukku. Ketika kembali ke Indonesia, akupun mulai rajin menyusur video tentang perdagangan anak dan pedofil di Asia Tenggara.
by dailyprize" href="#87107635">Sungguh, sungguh sangat memuakkan. Menghancurkan hati, melemahkan semangat dan membuat ngilu. Seperti halnya kejahatan terorganisir lainnya yang selalu dikerjakan dengan rapi dan sistematis, perdagangan anak seolah-olah selalu jadi berita yang mengejutkan. Komentar ngeri, sedih dan menguras air mata selalu mengiringi kasus yang terkuak di publik. Padahal, dalam pikiran pesimisku, saat ini, kita hidup bersama mereka yang berdagang manusia. Mereka ada di tengah kita. Siapapun di antara kita dapat menjadi korban.
by dailyprize" href="#87107635">Beberapa modus yang kerap terdeteksi adalah para pelaku biasanya beraksi di daerah miskin ataupun bencana alam. Ketika gempa dan tsunami melanda Aceh dan Nias, tidak sedikit cerita yang memilukan anak-anak yang terkena bencana diperjualbelikan. Sebagian dengan dalih akan disekolahkanb atau dirawat. Banyak diantara mereka berhasil digagalkan dan diselamatkan. Tidak kurang pula yang tidak ketahuan rimbanya.