Kolom Joni H. Tarigan:
Peribahasa ‘sada gia maukta gelah tekuak ‘ bagi orang Karo yang kelahiran 80-an dan sebelumnya pasti bukan merupakan hal yang baru dan mungkin sudah digunakan untuk perumpamaan dalam kehidup sehari-hari. Orang Karo setelah kelahiran 80-an mungkin sudah banyak yang tidak pernah mendengarnya. Ketidaktahuan itu akibat memang sudah jarang dibicarakan atau juga mereka yang sudah lahir bukan di daerah yang berbahasa Karo.
Masing-masing orang tentu punya pengalaman yang belum tentu sama, dan juga belum tentu berbeda. Bagi saya sendiri peribahasa Karo ini sering diumpamakan kepada mereka yang hanya memiliki satu orang anak, baik itu perempuan atau laki- laki.
Oya, karena bisa jadi perkataan yang sama tapi makna yang berbeda, saya artikan (sesuai dengan pemahaman saya) terlebih dahulu kata per kata dari peribahasa Karo ini.