Kolom Joni H. Tarigan: Media
Rizal Ramli adalah dulu salah satu yang mendukung PT DI dipailitkan. Wajar saja ia pessimis 35.000 MW, ketika PT DI dulu ia juga yang mendukung mau dibubarkan. Itu sama dengan menyuntik mati yang koma, bukan menyembuhkan yang koma. R.J. Lino[/caption] Ini memang era bebas berpendapat, tetapi bagi saya, tidak cukup hanya informasi yang dipaparkan di media saja sebagai acuan, dan bisa membuat kita mengambil sikap yang tidak adil. Selain itu, ketika apa yang sebenarnya terjadi sudah terungkap, kita harus jujur mengakui karena mengambil sikap yang salah.