Kolom M.u. Ginting:
Hampir tak ada lagi soal kemanusiaan yang perlu diselesaikan dengan gelap-gelapan. Soal gelap-gelapan masih perlu tadi di era dua blok, karena masing-masing blok ingin menang sendiri dan menguasai manusianya masing-masing. Sekarang tidak ada blok dunia, tak ada blok yang berkepentingan merahasiakan perbuatannya atau tingkah lakunya demi bloknya sendiri atau nationnya sendiri. Perjuangan apa saja sekarang di atas meja, dan bisa partisipasi semua manusia untuk membicartakan persoalan kemanusiaan, perubahan nasibnya dan perkembangannya.
Siapa saja yang mau membicarakan persoalan kemanusiaan ini (dan di dunia ini hanya ada persoalan kemanusiaan) berkewajiban memaparkannya di atas meja untuk melibatkan semua manusia. Persoalan kemanusiaan hanya bisa diselesaikan oleh manusia itu sendiri, dikerjakan bersama dan sudah tak mungkin diselesaikan dengan gelap-gelapan atau rahasia-rahasiaan oleh seorang mata-mata atau satu badan rahasia tertentu.
Masih adakah persoalan kemanusiaan yang harus digelapkan sekarang ini? Masih ada! Di Indonesia soal korupsi dan para koruptor masih perlu kegelapan. Di dunia adalah soal Narkoba dan peredarannya, seperti Fahri bilang badan inteligen juga gunakan narkoba cari duit. Persoalan lainnya ialah lingkungan dan perusakan lingkungan, seperti pembakar hutan di Indonesia. Ini semua masih berjalan dengan rahasia dan, untuk membasmi semua ini, harus tanpa rahasia. Harus terang-terangan dan terbuka. Tak ada jalan lain. Itulah soal kemanusiaan sekarang. Semua terbuka.