Kolom M.u. Ginting:
Menteri Sosial Khofifah sangat prihatin atas tragedi yang menimpa keluarga yang anaknya (Neng, 9 tahun) jadi korban kekerasan sampai dimasukkan di kardus. Masih jelas juga dalam ingatan kita soal Angeline bocah 8 tahun disiksa dan dikubur dekat kandang ayam di Bali dan sebelumnya 2013 bocah Adit Ginting 8 tahun di Riau yang disiksa ibu tirinya dengan sangat kejam.
"Ke mana kemanusiaan seorang perempuan? Selalu dikatakan sinetron bahwa ibu tiri itu pasti jahat. Sebenarnya itu bukan masalah kandung atau tiri, tapi itu adalah masalah prikemanusiaan kita sebagai kaum perempuan. Apakah tega bapak ibu?" kata Mega ketua PDIP dalam menanggapi siksaan terhadap anak tiri Adit Ginting di Kampar Riau.
Ketiga peristiwa ini meninggalkan kesan yang sangat jelas bagaimana hak anak-anak masih dikesampingkan dan perlakuan kekerasan terhadap anak masih berjalan di negeri ini.
Ibu Neng, anak korban pembunuhan, jatuh pingsan di pelukan Mensos Kofifah.[/caption]
Kearifan lokal di Karo berlainan dengan tempat-tempat lain, karena di Karo kekuatan yang jadi basis kearifan lokalnya ialah kekuatan tradisi dan way of thinking Karo. Di setiap lokal berlaku basis kekuatan lokal ini, artinya kekuatan dari kultur dan tradisinya yang sudah mapan sejak ratusan tahun. Bagi Karo sejak ribuan tahun karena sivilisasi Karo sudah lebih dari 5.000 tahun. Kekuatan ini tak tergantung aliran agama atau kepercayaan yang dianut oleh setiap orang Karo.