Kolom M.u. Ginting: Ahoy ….. Mejuah-juah,
Sebagian berpendapat bahwa inisiatif Walikota Medan ini memperkuat posisi politik golongan tertentu. Dengan sapaan Ahoy Mejuah-juah, orang Melayu dan orang Karo diuntungkan. Pendapat ini benar 100%. Inisiatif ini ada atau tidak, tetap ada keuntungan politiknya bagi orang tertentu atau golongan tertentu. Kalau tak bikin apa-apa maka pasti ada juga yang menang politiknya, yaitu pendatang di Kota Medan. Kalau inisiatif ini dijalankan, yang menang ialah penduduk asli Medan orang Karo dan orang Melayu. Para aktor dan aktris Teater SIRULO saat memenangkan Juara III "Lomba Teater Rakyat Sesumut" di Hotel Dharma Deli, Medan. SIRULO tampil mewakili Kota Medan, menampilkan karya Juara R. Ginting yang berjudul MENGAPA KE MEDAN.[/caption]
Ahoy Mejuahjuah adalah expresi kultur, dan pada abad ini sangat aktual dan penting untuk DIPERTAHANKAN. Tidak perlu terjadi atau ada kultur atau expresi kultur yang harus dipinggirkan. Expresi kultur ini harus dikedepankan di tempatnya yang seharusnya. Artinya, di situ ada perihal tanah ulayat dan penduduk dengan spesifik kulturnya. Bernita Sembiring membacakan puisi karya Juara R. Ginting berjudul "Tok Sunggal Bulang Pa Timpus" (Ahoy Mejuah-juah) diiringi musik tradisional Karo dari Sanggar Seni Sirulo di salah satu pusat perbelanjaan Kota Medan.[/caption]