Kolom M.u. Ginting: Dari Ahok Ke Gatot Dan Posisi
Kalau usul-usul baik untuk penduduk Jakarta ditolak oleh Ahok baru demo besar-besaran.
Hampir mirip dengan 'dialog etnis Sumut' mau melengserkan Gatot lantas nanti etnis mana yang mau jadi gubernur? Orang Karo tak perlu ikut-ikutan mendukung etnis tertentu jadi Gubsu. Ikut-ikutan diperalat mendukung etnis lain jadi Gubsu jelas bukan kepintaran. Kepintaran bagi Karo ialah kalau orang Karo berjuang untuk didukung oleh semua etnis jadi Gubsu, karena orang Karo sudah terkenal orang jujur. kejujuran untuk kepentingan bersama semua etnis[/one_fourth]
Siapapun jadi Gubsu harus bisa dinilai secara transparan apa saja perbuatannya yang positif atau yang negatif sehingga semua suku bisa menilai secara objektif. Itulah ethnic competition dalam arti perlombaan dalam kejujuran untuk kepentingan bersama semua etnis. Bagi orang Karo memilih Karo karena orang Karo adalah orang jujur dan bisa dipercaya. Alasan penting lainnya ialah karena Medan dan Sumtim adalah Karo sebagai penduduk aslinya. Medan dibangun dan didirikan oleh orang Karo. Medan, Deli, dan Langkat penduduk aslinya adalah orang Karo. Karena itu daerah ini adalah daerah ulayat Suku Karo.
Walaupun orang Karo adalah orang jujur tetapi kalau Gubsu Karo tidak jujur sebagaimana sifat orang Karo pada umumnya, orang Karo juga tidak akan memilih dia atau harus dilengserkan! Propinsi Karo yang meliputi daerah-daerah Kabupaten Karo, Deliserdang atau Deli, Langkat Hulu, Singalorlau, Laubaleng/ Mardingding, Karo Alas, dan Kota Berastagi[/one_half]
Orang Batak mau bikin Protap dan sudah disetujui oleh DPR. Propinsi Nias juga sudah dapat persetujuan DPR. Orang Batak atau Nias tinggal meneruskan persetujuan DPR itu. Juga orang Mandailing sudah bikin usul Propinsi Sumtra, tetapi belum dapat persetujuan DPR. Orang Melayu bikin ASLAB. Orang Karo mau bikin Propinsi Karo yang meliputi daerah-daerah Kabupaten Karo, Deliserdang atau Deli, Langkat Hulu, Singalorlau, Laubaleng/ Mardingding, Karo Alas, dan Kota Berastagi. Yang jadi Sumut hanya tinggal kota Medan, dan kota bangunan Patimpus itu nantinya hanya sebagai kota metropolitan tersendiri seperti New York atau Geneva Indonesia, diperindah dan diglobalkan jadi metropolitan penting untuk bisnis dan kultur di Asia Tenggara. Penampilan Sanggar Seni Sirulo saat Annes Tarigan bernyanyi[/caption]
Jadi, ada patokan keadilan; di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung.