Kolom M.u. Ginting: Data Kebakaran — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Data Kebakaran

Kolom M.u. Ginting: Data Kebakaran

Menteri LHK merasa ditipu soal data kebakaran. Dibohongi pejabat kata menteri Siti dalam soal data hutan terbakar. Yang terbakar 58.000 ha tetapi dilaporkan ke menteri Siti 8.000 ha. Pembohongan dan penipuan dari pihak pejabat, kata Siti.

Pejabat kelihatannya sudah biasa bohong, menteripun dibohongi. Memang sudah jauh sekalilah persoalan hutan ini, pejabat berbohong, menteripun bingung.

Sekarang ini data yang paling penting mungkin ialah berapa lagi hutan yang masih utuh, dan yang sudah terbakar disegel langsung, dilarang penggunaannya oleh perusahaan manapun dan siapapun.

Menurut seorang anggota DPD Riau bernama Intsiwati Ayus, menganalisa bahwa anggaran besar yang dikucurkan pemerintah dalam menangani asap kebakaran sangat besar, sehingga dijadikan proyek bagi instansi terkait. Kebakaran kerap terjadi, proyek ini juga kerap diadakan karena uang banyak dikucurkan. Ini semacam ATM bagi banyak instansi.

"Saya melihat indikasi ke sana," kata Intsiawati dalam acara dialog Kamis lalu dengan merdeka.com.

Untuk menghilangkan usaha pembakaran ini, tak bisa lagi dengan cara biasa-biasa selama ini, tak bisa pakai pejabat yang bohong. Bohong menipu soal data penting, tradisi main suap pejabat dari lokal ke pusat.

Paling cocok sekarang ialah dengan mengerahkan partisipasi jutaan rakyat, merekalah yang bisa menyelamatkan hutan dan lingkungan negeri ini. Manfaatkan kekuatan kreasi dan daya cipta jutaan rakyat. Dukung secara terbuka kekuatan partisipasi secara terbuka jutaan rakyat.

Semakin banyak yang aktif dan ikut ambil bagian dalam menjaga hutan, dan semakin terbuka keterlibatan rakyat banyak semakin tak ada tempat bagi pembakar gelap. Jalan mempercayakan kepada pejabat, sudah tak mungkin karena pejabat bohong. Jadikan seluruh rakyat jadi pejabat, dan penanggungjawab lingkungan.

// //