Kolom M.u. Ginting: Kbb
Robinson G. Munthe: "Apa yang kita prediksi dan harapkan bertahun-tahun lalu, kini telah menunjukkan bukti-bukti signifikan." Daud S. Sitepu: "Ini suatu revolusi Karo dan juga sebagai wujud KBB."
Inilah kesimpulannya yang sudah tercapai oleh orang Karo pada tingkat sekarang ini. Dan, Karo pasti akan lanjutkan terus, kembangkan terus dan perdalam terus revolusi ini.
Dalam soal organisasi juga sangat terlihat banyak perubahan. Semakin banyak organisasi Karo yang aktif, bikin apa yang harus dibikin, tulis apa yang harus ditulis dan ngomongkan apa yang harus diomongkan. Contohnya ialah HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia). Bandingkan 5-10 tahun lalu, organisasi Karo sangat banyak, banyak nama, banyak pengurusnya, tetapi umumnya hanya di atas kertas. Sekarang, terlihat dari sikap dan tindakan konkretnya. Luar biasa memang. Bravo Karo!
Organisasi Karo sekarang hidup, terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat secara positif. Organisasi pemuda maupun mahasiswa, semua bikin kegiatan dan menunjukkan kekaroan atau kinikaron.
Kemarin Sabtu di Swedia ada dua orang perempuan menarikan tari Karo di depan hadirin ulang tahun seorang perempuan Karo. Masih ada yang nyeletuk 'ini tari Batak ya'. Dengan senang hati seorang Karo menjelaskan bahwa ini tari Karo bukan Batak. Seluruh ruangan jadi mengerti tari Karo. Dimana saja kelihatannya orang Karo sangat senang menjelaskan kinikaron itu. Revolusi mental . . . dalam kenyataan. Para etnomusikolog mengatakan, gendang terkecil di dunia ada di Karo. Lihat gendang kecil yang digandengkan ke gendang lebih besar yang sedang ditabuh oleh pemusik berbaju hitam (kanan).[/caption]