Kolom M.u. Ginting: Kearifan Lokal
Tema ini bagus dan aktual karena sesuai dengan tema serta dasar perkembangan dunia sekarang yang bisa diartikan dalam The Clash of Civilization Huntington secara global, tetapi secara lokal bisa dinamakan atau diartikan sebagai The Clash of Kearifan Lokal (local wisdom ).
The Struggle of Kearifan Lokal adalah satu gerakan ethnonasional/ suku yang sekarang sangat aktual bagi kelangsungan tiap suku bangsa negeri ini dan juga dunia. Dalam istilah jargon politik yang sudah sering disebutkan dengan 'melestarikan kultur dan budaya lokal'. Tetapi, yang selama ini hanya dalam jargon saja, tak pernah dinyatakan dalam tindakan konkret. Pesta Mejuah-juah kali ini adalah tindakan konkret! Abad 20 gerakan nasionalisme negeri-negeri terjajah membebaskan dirinya[/one_fourth]
Dunia kita sekarang sedang dilanda arus keras peradaban/ kultural atau lanjutan dari arus keras nasionalisme yang telah terjadi pada Abad 18 di Eropah. Pada Abad 19, gerakan orang Eropah mengkolonisasi negeri-negeri terbelakang dan pada permulaan Abad 20 gerakan nasionalisme negeri-negeri terjajah membebaskan dirinya. Gerakan nasionalisme ini umumnya telah berhasil dicapai dengan kemerdekaan banyak negeri terjajah, walaupun dengan meninggalkan luka-luka yang kemudian mengakibatkan perselisihan perbatasan daerah, dan juga perang etnis yang sangat banyak makan korban.
Bersamaan dengan itu, di Eropah dan juga seluruh dunia muncul gerakan yang paradox dengan Nasionalisme yaitu Multikulturalisme dan internasionalisme oleh kaum Komunis/ Sosialis yang dipelopori oleh Karl Marx serta orang-orang Sosialis dunia. Gerakan ini sangat anti-Nasionalisme dan sangat anti-sukuisme. Sering dulu kita dengar dengan istilah anti-primordialisme. Rakyat Indonesia tentu sangat merasakan ini ketika era Nasakom di Indonesia.