Kolom M.u. Ginting: Kembali Ke Nampati Dan
Tetapi bukanlah berarti orang-orang extrovert tak memahami pepatah ini atau tak pernah mengatakannya dalam kehidupan sehari-hari, mungkin malah bisa lebih memakainya, dalam arti 'kalau kau tak mau bantu, jangan ikut merusak' atau 'kau lebih baik diam saja'.
Tetapi orang extrovert tak akan pernah diam (kai pe belasina ), stimulasi extern. Karena itu, dalam menanggapi dan menerima pepatah itulah saya kira ada perbedaan besar antara orang introvert dan extrovert, seperti dirumuskan sangat bagus oleh Joni H. Tarigan: "Rumus baik untuk melakukan hal yang lebih baik adalah kritis diri sendiri terlebih dahulu, baru kritis di luar diri kita.” Sangat menggambarkan introversi, stimulasi intern, tetapi juga menggambarkan secara dialektis, karena ditinjau dari dua segi bertentangan, dari diri sendiri dan dari luar diri.
Menarik memang memperhatikan fenomena ini, 'the power of quietness' atau the power of introversion, belakangan banyak diperbincangkan setelah Quiet Revolution dari Susan Cain.
Orang extrovert tak pernah bisa atau tak mau memahami apa yang tersirat dalam hati seseorang. Karena itu, bagi orang-orang introvert, kalau mau supaya dipahami orang lain terutama orang extrovert, harus ngomong. Harus dikatakan dalam kata-kata yang jelas atau secara explisit, berkebalikan dengan introvert yang mengerti dan expresikan kemauannya secara implisit.
Begitu juga dalam mengkritisi diri sendiri sangat cocok bagi introvert, tetapi sangat tak sesuai bagi extrovert, karena energi stimulasi yang berkebalikan tadi jadi penyebab utama. Bagi orang extrovert (stimulasi extern) akan selalu lebih cocok mengkritisi sesuatu di luar dirinya. Karena itu juga kelihatannya perubahan intern seorang extrovert pastilah terjadi sebagai akibat dari gejolak dan perubahan extern. Sanggar Seni Sirulo[/caption]
Berilah Pencerahan dan Harapan kata Alm. Sutradara Ginting. //