Kolom M.u. Ginting: Kpk Kesayangan — Sorasirulo
Sorasirulo

Kolom M.u. Ginting: Kpk Kesayangan

Hukum Kolom ·

Kalau lembaga ini (KPK) sudah jadi ’kesayangan’ DPR dan dibenahi oleh DPR, memang pasti suram, karena DPR masih dianggap sarang ’maling dan penyamun’. Walaupun kepala ’malingnya’ sudah mundur, maling-maling masih berkeliaran di sana. Walaupun Marzuki Alie pernah bilang kalau ’DPR bukan sarang maling’, tetapi berapa orang yang percaya, masih banyak yang menganggap DPR adalah Dewan Penipu Rakyat.

Selama ini, KPK sudah berjalan bagus. Banyak maling ditangkap atau dipenjarakan. Kalau selanjutnya bisa lebih suram, berarti kegelapan semakin merajalela. Para pemimpin yang baik tak cukup hanya baik saja, karena orang baik hanya bisa menjaga dirinya dan memenuhi kebutuhannya. Pemimpin yang baik kalau masih ada, harus ada keberanian untuk ngomongkan kebenaran artinya tak boleh takut menyatakan kebenaran. //

Selama keberanian maling-maling itu tak diimbangi dengan keberanian pemimpin yang baik dan berani menyatakan kebenaran, maling tetap menang. Pemimpin yang baik jangan jadi penakut atau coward (pengecut) karena "God hates cowards . And the cowards that the Lord is referring to are the men and women who know the truth but refuse to speak it, " kata seorang pendeta Kristen terkenal (Franklin Graham). Menyatakan kebenaran selalu jadi kunci solusi persoalan berat terutama persoalan maling ini. Sebuah cuplikan dari kisah DETEKTIF TAGAN GINTING, sebuah buku cerita bergambar dari pelukis Belanda Marjolijn Groustra. Tokoh Tagan Ginting didapatnya dalam perjalanannya ke Dataran Tinggi Karo beberapa tahun lalu. Kisahnya ini pernah dimuat bersambung di Tabloid SORA SIRULO dalam bahasa Indonesia (diterjemahkan dari bahasa Belanda oleh Juara R. Ginting) dan kini terlah diterbitkan dalam bahasa Inggris di Amerika.[/caption]

Kalau KPK terpaksa akan bisa menjalani masa suram karena sudah ditetapkan pengurusnya dengan inisiatif DPR sebagai lembaga terkorup Indonesia. Kesuraman mutlak terjadi kalau UU KPK direvisi sehingga KPK akan berubah jadi badan informasi dan pencegahan korupsi. Artinya, bukan lagi pemberantas korupsi, terutama kalau taringnya (penyadapan) dihilangkan, KPK mandul.

”Dewan Perwakilan Rakyat dan Kepolisian RI dianggap masyarakat sebagai lembaga terkorup berdasarkan survei lembaga kajian nonprofit Populi Center,” (CNN Inddonesia 31/1).

Satu-satunya yang masih menjadi harapan ialah KETERBUKAAN. Perluasan dan perkembangan cepat proses keterbukaan yang sering bikin kejutan di luar dugaan semua orang seperti kasus Setnov. Siapa sangka kalau pengalihan isu perpanjangan kontrak Freeport ke kasus Setnov malah bisa jadi pencerahan luar biasa bagi publik.

” Dari kejadian Setnov ini banyak mata menjadi melek,” kata Daud S. Sitepu (Papua). //

Betul dan mantap sekali. Karena itu, d ari kesuraman nanti bisa juga malah memancarkan sinar cerah . . . dan lebih cerah lagi, mudah-mudahan. Kontradiksi sebagai tenaga penggerak perubahan dan perkembangan, pasti berlaku juga di sini seperti berlaku di kasus Setnov.

Tetapi seperti yang sudah terjadi selama ini dan terutama belakangan ini, keterlibatan publik harus selalu ditingkatkan dalam memerangi dan membelejeti kegelapan yang dibikin maling-maling itu. Karena Indonesia adalah nomor 1 dalam soal perkembangan keterbukaan, maka kita punya harapan.

Ayo semua aktif angkat bicara! Jadikan keterbukaan sebagai kontrol publik. Jika hanya diam tak akan ada perubahan! //