Kolom M.u. Ginting: Macan Vs
Sekarang, Jokowi akan dimenangkan oleh siapa? Atau, golongan mana yang akan berhasil memonopoli atau mengalihkan sikap politik Jokowi sehingga menguntungkan pihaknya?
Dalam tingkat perkembangan sekarang, perseteruan KPK-Polri akan merupakan pusat pencerminan dua kekuatan besar ini. Sama sekali tidak berarti bahwa yang satu akan memihak KPK atau memihak Polri. Institusi ini hanya jadi jalan menuju tujuan masing-masing kekuatan. Tiap kekuatan bisa berubah ke berpihakan ke KPK atau ke Polri tergantung syarat-syarat extern-nya, mana yang menguntungkan saat tertentu. mengurangi keraguan Jokowi bikin pilihan[/one_fourth]
Bagi Indonesia dan rakyatnya yang menyedihkan ialah tak mengerti akan memihak siapa. Memihak polisi ada korupsinya (rekening gendut), memihak KPK juga banyak masalahnya di kalangan pimpinannya. Jokowi dalam situasi begini dipaksa memilih dengan ’tegas’ pula. Orang-orang KMP bilang bahwa apapun yang dipilih Jokowi mereka akan dukung. Ini mengurangi keraguan Jokowi bikin pilihan, walaupun dia sebenarnya sudah ada putusan kalau pilih BG akan jadi perkara jangka panjang.
Kontradiksi dua kekuatan dalam tiap nation ini tidak akan bisa dihentikan, tingkat perkembangan dunia masih begitu. International finans Power ada di setiap nation dunia terutama yang banyak SDAnya tadi. Perubahan perkembangan ini akan selalu sesuai dengan perubahan perkembangan dunia terutama dilihat dari kekuatan finans dunia dan kekuatan gerakan nasional dunia.
Berbagai gerakan kekuatan nasionalis di Eropah yang muncul dan berkembang pesat di Abad 21 dalam bentuk partai-partai ’nasionalis’ di banyak negeri merupakan bagian dari gerakan kultur nasional dunia (cultural revival) yang sebenarnya bisa banyak kaitannya (secara idiologis) dengan kekuatan nasional di negeri berkembang. Sebagian dari artis Sanggar Seni Sirulo saat menjelang sebuah penampilan di Restauran Dewi, Bandar Baru (Sibolangit)[/caption]