Kolom M.u. Ginting: Medan Memanggil, O Turang La
Meriam tomong ini sering dilepaskan begitu saja tanpa sasaran pasti, hanya kalau mendengar ada gerilya di satu tempat. Tetapi gerilya ini memang di mana-mana, dan tak pernah terkonsentrasi dalam jumlah besar.
Walaupun pasukan Belanda ini kemudian tambah banyak karena dibantu juga oleh pasukan sekutunya dalam perang Agresi 1 dan Agresi 2, Belanda jadi kalah juga. Belanda tak pernah melupakan bagaimana Suku Karo berjuang melawan kolonial sejak era Badiuzzaman Surbakti bikin perang terlama melawan penjajahan di Indonesia, banyak ditulis oleh orang Belanda sendiri soal ini. Orang Belanda bilang Batak Oorlog atau Perang Batak. Seharusnya Perang Karo atau Perang Sunggal kata beberapa sejarawan seperti Uli Kozok dan T. Lukman Sinar, tetapi Belanda pakai istiah Batak karena Karo dianggap juga Batak oleh kolonial Belanda. Rajin ku juma simuat nakan, o turang la megogo[/caption]